Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Faktor Penyebab Rambut Rontok, Kurang Nutrisi hingga Turun Berat Badan 

Anda mengalami kerontokan rambut? Berikut 5 faktor penyebab rambut rontok dan penjelasannya seperti dikutip dari Healthline, Rabu (19/1/2022).
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 20 Januari 2022  |  12:15 WIB
Ilustrasi rambut rontok - Freepik
Ilustrasi rambut rontok - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Rambut rontok sangat mengganggu seseorang dan bahkan dapat membuat stres dan kurang percaya diri. Banyak kondisi yang menyebabkan kerontokan.

Genetik, penyakit, dan pengobatan medis dapat menyebabkan hal ini. Selain itu, adanya tekanan dan trauma pada rambut, serta gangguan hormon seperti hipotiroid dapat membuat rambut rontok.

Kerontokan juga dapat disebabkan oleh faktor diet atau penurunan berat badan, seperti kekurangan nutrisi dan penggunaan suplemen.

Anda mengalami kerontokan rambut? Berikut 5 faktor penyebab rambut rontok dan penjelasannya seperti dikutip dari Healthline, Rabu (19/1/2022).

1. Kekurangan Nutrisi Mikro

Rambut terdiri dari dua struktur utama – batang rambut, yang Anda lihat, dan folikel rambut, yang tersembunyi di bawah kulit. Kulit kepala kehilangan sekitar 100 helai rambut per hari, yang dapat meningkat dengan akibat perawatan rambut seperti mencuci dan menyikat.

Folikel rambut sangat aktif dan sensitif. Faktanya, sel-sel folikel rambut adalah salah satu sel yang paling cepat membelah di tubuh Anda, jadi tidak mengherankan jika kekurangan nutrisi dapat berdampak negatif pada pertumbuhan rambut.

Setidaknya ada 3 nutrisi penting yang rambut Anda butuhkan agar tetap kuat, menurut Healthline.

a. Zat Besi

Kekurangan nutrisi mikro yang satu ini menjadi penyebab umum kerontokan rambut. Kondisi ini terkait dengan jenis kerontokan rambut yang dikenal sebagai telogen effluvium (TE).

Jenis kerontokan rambut ini ditandai dengan gangguan pada siklus pertumbuhan rambut normal. Ini menyebabkan kerontokan rambut yang berlebihan dan kerontokan rambut.

Zat besi memiliki peran dalam pertumbuhan rambut. Bila terjadi kekurangan, akan mengganggu pertumbuhan rambut dengan mengalihkan simpanan zat besi di folikel rambut ke area lain di tubuh.

b. Vitamin D

Vitamin D memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan kesehatan folikel rambut. Penelitian telah menunjukkan bahwa kadar vitamin D lebih rendah pada orang dengan kondisi rambut rontok, termasuk pola kerontokan rambut pada wanita dan penyakit kulit autoimun. Konsumsi vitamin D dalam bentuk suplemen dapat membantu mendorong pertumbuhan rambut.

c. Zinc/Seng

Zinc adalah mineral yang berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh, sintesis protein, pembelahan sel, dan masih banyak lagi. Zinc diperlukan rambut dalam membantu melindungi terhadap penyusutan folikel dan mempercepat pertumbuhan rambut.

Kekurangan seng dapat menyebabkan kerontokan rambut, dan penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kondisi rambut rontok tertentu cenderung memiliki kadar zinc yang lebih rendah daripada orang yang tidak mengalami kerontokan rambut. Kondisi tersebut meliputi:

-Alopecia areata
-Kerontokan rambut pola pria
-Kerontokan rambut pola wanita
-Telogen effluvium (TE)

Selain tiga nutrisi tersebut, masih ada nutrisi lain yang berperan dalam kasus kerontokan rambut. Seseorang yang berdiet tanpa mempertimbangkan nutrisi ini akan memiliki risiko kerontokan rambut. Nutrisi lainnya yang termasuk yaitu:

-Tembaga
-Biotin
-Vitamin b12
-Folat
-Riboflavin

Ingatlah bahwa sejumlah faktor dapat menyebabkan kerontokan rambut, termasuk satu atau lebih kekurangan nutrisi yang telah disebutkan itu.

Jika Anda berpikir bahwa Anda mungkin mengalami kerontokan rambut karena kekurangan nutrisi, bicarakan dengan tenaga kesehatan. Mereka mungkin menyarankan Anda melakukan tes darah untuk menilai tingkat mikronutrien Anda dan menyingkirkan kekurangan.


2. Pembatasan kalori dan protein

Sel-sel yang menghasilkan rambut, memiliki tingkat pergantian yang tinggi, yang berarti sel-sel baru tumbuh dan menggantikan sel-sel lama dengan kecepatan tinggi.

Untuk alasan ini, rambut sangat sensitif terhadap kekurangan protein dan kalori, yang keduanya dibutuhkan folikel Anda secara konstan untuk tumbuh dan berfungsi dengan baik. Pembatasan protein dapat terjadi pada beberapa diet rendah kalori dan menyebabkan penipisan rambut dan kerontokan rambut.

Rambut Anda membutuhkan asam amino, bahan penyusun protein, untuk tumbuh dengan baik, jadi diet tanpa protein yang cukup dapat menyebabkan kelainan pertumbuhan rambut, seperti rambut rontok dan rambut tipis dan rapuh. Asupan kalori yang sangat rendah dan pembatasan protein juga dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Itulah mengapa penting untuk mengisi tubuh Anda dengan kalori yang cukup dan memasukkan makanan kaya protein dalam diet Anda untuk memastikan tubuh Anda mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stres diet rambut rontok Gejala Penyakit
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top