Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mira Lesmana: Produser Film Bukan Pemodal Film

Produser juga harus punya kemampuan mengelola sumber daya manusia, meliputi seluruh kru produksi film dan artis yang terlibat di film tersebut.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  20:37 WIB
Mira Lesmana: Produser Film Bukan Pemodal Film
Mira Lesmana
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menjadi produser film ternyata tak semudah yang dibayangkan. Modal tak terbatas nyatanya belum cukup untuk memproduksi film yang bisa diterima dengan baik oleh pasar dan tentu saja berkualitas.

Produser film, Mira Lesmana mengungkapkan, selama ini banyak orang yang masih saja salah kaprah memahami kerja produser film. Banyak yang menganggap produser tak ubahnya seperti investor, mendanai film-film yang bakal digarap oleh sutradara dan segenap kru produksi lainnya.

"Dikiranya produser itu cukong, pemodal film saja. Padahal tidak seperti itu, produser itu pemodal pertama yang ada di [alur] produksi film. Film mau dibuat seperti apa atau idenya itu dari produser, sebelum eksekusi dilakukan sutradara. Marketing-nya bagaimana, mencari tahu pasarnya bagaimana," katanya dalam acara Masterclass Produksi Film Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2022, Jumat (25/2/2022).

Kemudian produser juga harus punya kemampuan mengelola sumber daya manusia, meliputi seluruh kru produksi film dan artis yang terlibat di film tersebut. Mira menyebut bukan hal yang mudah memahami isi kepala setiap orang yang berbeda-beda.

Terlebih, orang-orang yang memiliki kemampuan atau kecerdasan di atas rata-rata biasanya jauh lebih kritis dan punya cara sendiri untuk menyelesaikan pekerjaannya. Terkadang, cara yang mereka lakukan itu sulit atau bahkan tidak bisa diterima oleh lainnya yang juga terlibat di dalam pembuatan suatu film.

"Mereka yang memang punya pengetahuan itu biasanya lebih kritis. Tidak hanya mengiyakan lalu mengerjakan. Tentunya ini tantangan, tetapi terkadang muncul ide atau sesuatu yang bagus dari mereka dan lebih baik sebenarnya daripada yang iya-iya saja," ungkapnya.

Lebih lanjut, Mira mengungkapkan bahwa kemampuan yang dimilikinya tidak didapatkan dalam waktu singkat. Sebelum terjun menjadi produser, selama delapan tahun dia menggeluti dunia periklanan yang tak kalah kompleks.

"Awalnya lulus dari IKJ [Institut Kesenian Jakarta] akhir 80-an itu ikut agensi periklanan, membuat iklan. Dari sana juga akhirnya banyak belajar dan mendapatkan modal untuk menjadi produser dibantu teman-teman dari IKJ," tuturnya.

Salah satu karya Mira saat masih menggeluti dunia periklanan adalah tayangan iklan atau station ID milik Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) yang menampilkan keindahan alam dan budaya di beberapa daerah. Station ID itu boleh dikatakan menjadi salah satu tayangan legendaris yang berkesan bagi anak-anak generasi 1990-an.

"Setelah buat itu, akhirnya saya diminta oleh Pak Alex Kumara (Alm) pendiri RCTI untuk membuat film dokumenter berseri, 14 seri saya ajak teman-teman. Setelah itu, barulah modal berdatangan," ujarnya.

Walaupun pekerjaan sebagai produser bukan hal yang mudah, Mira menyebut apresiasi publik masih jauh panggang dari api. Sebab, seperti yang disebutkan di awal masih banyak yang berpikir produser hanya berperan sebagai pemodal, alih-alih terjun langsung dalam proses produksi film.

"Kalau dapat penghargaan sutradara dan artis-artisnya yang kelihatan duluan, produsernya belakangan. Kalau filmnya rugi produsernya dicari-cari duluan," selorohnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film produser mira lesmana
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top