Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Asal Minum Obat Pereda Nyeri, Ini Bahayanya

Asal meminum obat pereda nyeri atau pain killer bisa membahayakan tubuh. Berikut organ yang terkena efek sampingnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Maret 2022  |  13:30 WIB
Ilustrasi obat pereda nyeri - Sunrainey
Ilustrasi obat pereda nyeri - Sunrainey

Bisnis.com, SOLO - Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Aida Lydia, PhD., SpPD, KGH., mengingatkan untuk tak sembarangan meminum obat penghilang nyeri karena dapat mengganggu ginjal.

"Ada kelompok obat yang mengganggu ginjal, sebagai contoh obat-obat yang berfungsi menghilangkan rasa nyeri atau pain killer. Itu pun tersedia berbagai macam obat-obat pain killer dengan tingkat gangguan ke ginjal juga berbeda-beda," ujarnya.

Dia mengatakan, para dokter umumnya memberikan obat pereda nyeri berdasar indikasi dan jangka pemberiannya pun terbatas. Dengan demikian, Anda tak disarankan membeli obat pereda nyeri tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

"Biasanya kami para dokter kalau mau memberikan pain killer harus dengan indikasi tertentu dan jangka pemberian yang terbatas. Yang terjadi, kadang pasien membeli sendiri karena sudah tahu dulu sakit tulang minum obat anu, sakitnya hilang lalu beli sendiri," kata Aida.

Sementara itu, obat-obat untuk hipertensi dan diabetes pada umumnya tidak mengganggu ginjal, sehingga aman dikonsumsi pasien.

Aida pun menuturkan, gangguan ginjal dapat dicegah melalui pola hidup sehat, antara lain dengan mengenali faktor risiko apakah ada hipertensi, diabetes, obesitas, atau sakit ginjal dalam keluarga. Bila ada faktor risiko ini, Anda disarankan melakukan skrining pemeriksaan fungsi ginjal.

Pencegahan lain ialah dengan mengontrol gula darah bila mengidap diabetes, mengontrol tekanan darah jika hipertensi, menghindari merokok, menghindari konsumsi obat-obat yang tidak perlu, dan rutin berolahraga.

"Kalau minum harus cukup. Sedikit tidak boleh berlebihan juga, jangan. Rata-rata kebutuhan sehari 30 cc dikali berat badan. Kalau banyak berolahraga atau mengeluarkan banyak keringat bisa ditambah," kata Aida.

Pada yang sudah terkena gangguan ginjal, tidak cukup diobati hanya dengan pengobatan alami dalam arti pola hidup sehat. Kondisi ini, perlu mendapatkan intervensi sesuai penyebabnya.

"Kalau ada gangguan fungsi ginjal, maka minumlah sesuai dengan anjuran dokter. Tidak semua orang dengan gangguan fungsi ginjal minumnya dibatasi serta merta. Memang pada tahap tertentu perlu dibatasi namun tetap dikonsultasikan dengan dokter," saran Aida.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan obat Efek Samping

Sumber : Antara

Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top