Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bayi Kuning Perlu Dijemur? Ini Penjelasan Dokter Anak

Tak sedikit orang yang beranggapan, bayi yang mengalami kuning perlu dijemur di bawah sinar matahari. Namun, apakah hal tersebut tepat? Ini penjelasannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Maret 2022  |  16:06 WIB
Ilustrasi bayi - Freepik
Ilustrasi bayi - Freepik

Bisnis.com, SOLO - Robby Godlief, dokter spesialis anak dari RS Siloam Purwakarta, mengatakan bahwa bayi yang mengalami kuning atau penyakit kuning tidak perlu dijemur di bawah sinar matahari.

"Menjemur bayi untuk menyembuhkan badan kuning pada bayi merupakan mitos yang salah. Apalagi, menjemur dengan waktu yang lama tanpa terdapat sinar ultraviolet B [UVB]," ujar Robby.

Dia menambahkan bayi yang mengalami badan kuning untuk kondisi yang tidak normal lebih tepat dirawat melalui fototerapi di rumah sakit dengan melalui blue green light pada bayi-bayi yang kadar bilirubinnya melebihi ambang batas normal.

Sementara untuk bayi yang kuning dengan kondisi normal tidak masalah, karena akan hilang dengan sendirinya tanpa harus melalui proses dijemur matahari. 80 persen bayi yang baru lahir dengan kondisi kuning. Hal itu merupakan kondisi yang normal.

"Batasan bayi kuning yang normal, yaitu dengan rentang waktu setelah 24 jam, tetapi jika ditemukan bayi dengan kulit kuning dalam waktu kurang dari 24 jam, diartikan bayi tersebut tidak normal," jelas dia.

Robby mengatakan pada bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram, bayi kurang bulan maupun cukup bulan, dan memiliki benjolan akibat trauma jalan lahir pada bagian kepala dapat beresiko bayi menjadi kuning.

"Bayi dengan berat badan berlebih yang di atas 4 kilogram pun dapat beresiko menjadi kuning, sementara pada anak komplikasi sakit kuning dapat mengakibatkan terjadinya gagal hati akut, bahkan sampai gagal hati yang kronis," tambah dia.

Dalam beberapa kasus ditemukan juga adanya bayi yang kuning setelah beberapa hari dilahirkan, hal itu disebabkan oleh kurangnya asupan ASI. Bayi mendapatkan asupan ASI minimal 10 menit hingga 15 menit untuk satu kali menyusui.

Jika ditemukan kendala bagi bayi karena sang Ibu tidak bisa memproduksi ASI dengan baik, dapat disarankan menggunakan susu formula yang mengandung medium chain trigyceride (MCT). Namun, pada dasarnya asupan bagi bayi yang paling baik adalah dengan pemberian ASI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan dokter bayi

Sumber : Antara

Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top