Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Temuan Baru! DNA Covid-19 Serupa dengan Kandungan Protein yang Dipatenkan Moderna

Ilmuwan menemukan materi genetik virus Corona yang serupa terkandung dalam produk vaksin Moderna. Ilmuwan tersebut mengidentifikasi potongan kecil kode yang identik dengan bagian gen yang dipatenkan oleh Moderna pada tiga tahun sebelum pandemi Covid-19 dimulai.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 24 Maret 2022  |  22:03 WIB
Petugas menyiapkan vaksin Moderna saat pelaksanaan vaksinasi untuk masyarkat umum di RSUP Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Sumatera Selatan, Senin (30/8/2021. - Antara
Petugas menyiapkan vaksin Moderna saat pelaksanaan vaksinasi untuk masyarkat umum di RSUP Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Sumatera Selatan, Senin (30/8/2021. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Dugaan baru terkait dengan asal usul Covid-19 terungkap, setelah ilmuwan menemukan materi genetik virus Corona yang serupa terkandung protein sequence yang dipatenkan Moderna

Ilmuwan yang terlibat dalam riset tersebut mengidentifikasi potongan kecil kode DNA yang identik dengan bagian gen sequance yang dipatenkan oleh Moderna pada tiga tahun sebelum pandemi Covid-19 dimulai.

Kode identik ini ditemukan dalam pembelahan furin unik SARS-CoV-2, bagian dari virus yang membuatnya efektif dalam menginfeksi orang dan membedakannya dari virus Corona lainnya. Strukturnya telah menjadi salah satu titik fokus perdebatan tentang asal usul virus, dimana beberapa ilmuwan mengklaim bagian tersebut tidak dapat diperoleh secara alami.

Dikutip dari Daily Mail, tim peneliti internasional ini mengungkapkan virus mungkin telah bermutasi untuk memiliki bagian dari pembelahan furin selama percobaan pada sel manusia di laboratorium. Mereka mengklaim ada kemungkinan satu dari tiga triliun urutan dari sequence vaksin Moderna muncul secara acak melalui evolusi alam.

Tetapi ada beberapa perdebatan tentang apakah kecocokan itu jarang terjadi seperti yang diklaim oleh penelitian tersebut, dimana para ahli lain menggambarkannya sebagai kebetulan yang 'unik'.

Dalam studi yang dipublikasi Frontiers in Virology, para peneliti membandingkan susunan Covid-19 dengan jutaan protein yang diurutkan pada database online.

Virus Covid ini terdiri dari 30.000 huruf kode genetik yang membawa informasi yang dibutuhkan untuk menyebar, yang dikenal sebagai nukleotida.

Ini adalah satu-satunya coronavirus dari jenisnya yang membawa 12 huruf unik yang memungkinkan protein lonjakannya diaktifkan oleh enzim umum yang disebut furin, memungkinkannya menyebar di antara sel-sel manusia dengan mudah.

Analisis genom Covid asli menemukan virus Corona ini berbagi urutan dalam 19 huruf spesifik dengan bagian genetik yang dimiliki oleh Moderna, yang memiliki total 3.300 nukleotida.

Perusahaan farmasi yang berbasis di AS, Moderna, mengajukan paten pada Februari 2016 sebagai bagian dari divisi penelitian kankernya, menurut catatan yang dikutip oleh Daily Mail. Urutan yang dipatenkan adalah bagian dari gen yang disebut MSH3 yang diketahui mempengaruhi bagaimana sel-sel yang rusak memperbaiki diri di dalam tubuh.

Para ilmuwan telah menyoroti jalur ini sebagai target potensial untuk perawatan kanker baru. Dua belas dari kode huruf yang dibagikan membentuk struktur pembelahan furin Covid, sementara sisanya sebanyak 7 lainnya cocok dengan nukleotida pada bagian genom terdekat.

Menulis di makalah, yang dipimpin oleh Dr Balamurali Ambati dari University of Oregon, para peneliti Frontiers mengatakan kode yang cocok mungkin awalnya diperkenalkan ke genom Covid melalui sel manusia yang terinfeksi yang mengekspresikan gen MSH3.

Profesor Lawrence Young, seorang ahli virologi di Universitas Warwick, mengakui temuan terbaru itu menarik tetapi mengklaim itu tidak cukup signifikan untuk menunjukkan manipulasi laboratorium.

"Kita berbicara tentang bagian yang sangat, sangat, sangat kecil yang terdiri dari 19 nukleotida," ungkapnya.

"Jika Anda melakukan jenis pencarian ini, Anda selalu dapat menemukan kecocokan."

Dr Simon Clarke, seorang ahli mikrobiologi di Reading University, mempertanyakan apakah temuan itu jarang terjadi seperti yang diklaim oleh penelitian tersebut.

"Hanya ada sejumlah [kombinasi genetik dalam] situs pembelahan furin.Mereka berfungsi seperti gembok dan kunci di dalam sel, dan keduanya hanya cocok bersama dalam jumlah kombinasi yang terbatas. Jadi ini kebetulan yang menarik, tapi ini pasti sepenuhnya kebetulan," paparnya.

Sayangnya, Moderna belum berkomentar terkait dengan temuan ini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Vaksin Covid-19 moderna
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top