Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ilmuwan Jepang Gambarkan Kalkulasi Komputer Bagaimana Covid Omicron Menyebar

Risiko penularan hampir 0 jika yang sakit menggunakan masker, jarak minimal 1 meter, dengan durasi 15 menit di ruang tertutup.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 28 Maret 2022  |  16:49 WIB
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron - DW.com
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron - DW.com

Bisnis.com, JAKARTA—Satu studi komputer di Jepang beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa risiko penularan Omicron meningkat terkait dengan penggunaan masker, jaga jarak, dan durasi di ruangan tertutup.

RA Adaninggar,dr,SpPD melalui akun Instagram @drningz membagikan informasi bahwa penelitian ini menggunakan asumsi bahwa Omicron 50% lebih menular dibanding varian Delta, kenyataannya bisa lebih.

Risiko penularan hampir 0 jika yang sakit menggunakan masker, jarak minimal 1 meter, dengan durasi 15 menit di ruang tertutup.

Risiko penularan meningkat 10% jika yang sakit menggunakan masker, jarak hanya 50 cm, dengan durasi 1 jam di ruang tertutup.

Risiko penularan meningkat 60% jika yang sakit tidak menggunakan masker, jaga jarak minimal 1 meter, dengan durasi 15 menit di ruang tertutup.

Risiko penularan hampir 100% jika yang sakit tidak menggunakan masker, jarak 50 cm atau kurang, dengan durasi 15 menit di ruang tertutup

Penelitian ini masih sebatas perkiraan perhitungan dengan komputer. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penggunaan masker terutama pada orang yang sakit namun karena Sebagian besar Omicron tidak bergejala dan bergejala ringan, maka masker penting untuk digunakan semua orang.

Penelitian ini menunjukkan pentingnya menjaga jarak dan membatasi durasi berinteraksi dengan orang lain terutama di ruang tertutup. Penelitian ini juga menunjukkan kriteria kontak erat yang lama juga masih relevan.

Jadi, dari studi ini semakin menguatkan pentingnya protokol kesehatan dalam mencegah infeksi. Masker, jaga jarak, durasi, dan ventilasi adalah senjata utama adaptasi yang harus terus dilakukan sehari-sehari dalam beraktivitas.

Maka dari itu, jangan lengah dalam hal prokes meskipun sudah divaksin. Karena yang paling efektif dalam mencegah penularan adalah prokes bukan vaksin. Vaksin tanpa prokes juga tidak optimal perlindungannya.

Sumber:

https://www.instagram.com/p/Cbju-m2vIcq/?utm_source=ig_web_copy_link 

Penulis: Intan Riskina Ichsan/Magang

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top