Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh! 19 Juta Vaksin Covid-19 Indonesia Telah Kadaluarsa. Ini Penjelasan Kemenkes

Kemenkes mengungkapkan sebagian besar vaksin Covid yang kadaluarsa adalah suntikan AstraZeneca, dan Moderna. Indonesia menerima sumbangan vaksin dalam skema pembagian vaksin global COVAX dan negara-negara seperti Australia dan Amerika Serikat.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  08:07 WIB
Tenaga kesehatan menyuntikkan cairan vaksin dosis ketiga kepada warga lansia saat vaksinasi booster Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta, Rabu (12/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Tenaga kesehatan menyuntikkan cairan vaksin dosis ketiga kepada warga lansia saat vaksinasi booster Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta, Rabu (12/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat sebanyak 19 juta dosis vaksin Covid-19 stok nasional tercatat telah kedaluarsa tahun ini dan sebanyak 1,5 juta lagi akan kedaluarsa bulan depan.

Adapun, stok vaksin yang kadaluarsa ini merupakan sumbangan dari negara-negara maju dengan umur simpan yang lebih lama.

Lucia Rizka Andalusia, seorang pejabat senior kementerian kesehatan, mengatakan pada sidang parlemen bahwa dari 19,3 juta dosis yang berakhir antara Januari dan Maret 2022, dan 97 persen vaksin tersebut adalah hasil sumbangan.

"Karena suntikan yang disumbangkan tiba dengan umur simpan yang pendek," ungkapnya dikutip dari Channel News Asia, Rabu (30/3/2022).

Sebagian besar dosis kadaluarsa adalah suntikan AstraZeneca, dan mereka juga termasuk Moderna. Indonesia menerima donasi dari skema pembagian vaksin global COVAX dan negara-negara seperti Australia dan Amerika Serikat.

I Gede Ngurah Swajaya, Dirjen Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, mengatakan pada sidang yang sama bahwa Indonesia akan berhenti menerima sumbangan hingga April 2022 dan memberi tahu negara-negara donor bahwa vaksin Covid-19 yang disumbangkan harus memiliki setidaknya dua pertiga dari masa simpan.

Aliansi vaksin GAVI, yang menjalankan COVAX dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan bahwa COVAX hanya mengirimkan dosis yang telah diterima oleh negara-negara dengan pengetahuan penuh tentang jenis vaksin, perkiraan rencana pengiriman, dan umur simpan vaksin.

Menurut Channel News Asia, BPOM Indonesia mengatakan awal bulan ini bahwa mereka memperpanjang tanggal kadaluwarsa beberapa vaksin, termasuk AstraZeneca dan Sinovac, setelah meninjau data baru yang tersedia tentang kemanjurannya.

Kementerian Kesehatan akan memprioritaskan distribusi vaksin Covid-19 yang mendekati kadaluwarsa.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes Vaksin Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top