Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin Semprotan Hidung Bakal Jadi Pilihan Masa Depan?

Virus yang digunakan dalam vaksin tidak berbahaya bagi manusia, dan Wagner kembali untuk swab hidung biasa untuk memeriksa antibodi pelawan virus di hidungnya dan untuk melihat berapa lama sebelum virus anjing dibersihkan.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 11 April 2022  |  11:40 WIB
Vaksin Semprotan Hidung Bakal Jadi Pilihan Masa Depan?
Hidung - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Virus memiliki kemampuan yang menakjubkan untuk menginfeksi orang, melompat dari hidung satu orang ke orang berikutnya.

Kasus melonjak bahkan di antara orang yang divaksinasi. Saat virus berkembang, beberapa ilmuwan menyerukan perubahan dalam strategi vaksin.

Para ilmuwan ingin memblokir infeksi dengan konsep vaksin selanjutnya berupa semprotan hidung.

Dengan vaksin tetesan ke lubang hidung orang dapat memicu kekebalan "mukosa" yaitu kekuatan melawan virus yang tertanam di jaringan yang melapisi saluran udara. Perlindungan lokal dapat menghambat transmisi dan membantu melumpuhkan varian berikutnya.

Peralihan dalam strategi masih dalam tahap awal pengembangan.

Selama lebih dari setahun, para ilmuwan telah mengejar ketinggalan, berlomba untuk menguji vaksin saat ini. Ide terinspirasi oleh pertempuran tahunan melawan influenza, kemudian memperbarui vaksin saat virus berkembang.

Banyak vaksin hidung bergantung pada virus hidup atau virus yang dilemahkan, yang dapat membatasi penggunaannya pada orang yang mengalami gangguan kekebalan atau hamil.

Keamanan akan diperhatikan, karena hidung sangat dekat dengan otak. Vaksin hidung harus bersaing dengan vaksin yang sangat efektif yang memicu perlindungan kuat terhadap penyakit parah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Puasa Virus Corona Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top