Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada Bahaya Komplikasi Dengue Shock Syndrome Karena DBD, Bisa Sebabkan Kematian

Proses terjadinya dengue shock syndrome Demam pada DBD umumnya terjadi selama 2 sampai 7 hari dan menurun setelahnya. Namun, hati-hati, justru komplikasi biasanya terjadi pada fase ini.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 12 April 2022  |  09:53 WIB
Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). - ANTARA/Anis Efizudin
Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). - ANTARA/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA - DBD (Demam Berdarah) adalah penyakit yang bisa menyebabkan kematian.

Bila tidak segera ditindak akan mengakibatkan komplikasi dengue shock syndrome (DSS), suatu infeksi dengue yang ditandai dengan gangguan sirkulasi. 

Proses terjadinya dengue shock syndrome Demam pada DBD umumnya terjadi selama 2 sampai 7 hari dan menurun setelahnya. Namun, hati-hati, justru komplikasi biasanya terjadi pada fase ini.

Dikutip dari laman herminahospital, komplikasi paling banyak terjadi pada hari ke 3 dan 4 sejak hari pertama sakit. Jika tidak segera ditangani, maka komplikasi ini akan mengakibatkan syok yang berisiko kematian. 

Berikut gejala DBD yang sering terjadi, yaitu :

1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari, 38 – 40 derajat celcius.
2. Terdapat bintik-bintik merah pada kulit.
3. Pemeriksaan laboratorium ditandai dengan penurunan kadar trombosit dalam darah.
4. Terjadi mimisan, dan gejala klinis lainnya.
5. Fase Demam Berdarah Dengue :
6. Fase demam tinggi hari 1-3, demam mendadak tinggi dan disertai sakit kepala hebat, sakit di belakang mata, badan terasa ngilu dan nyeri kadang disertai bercak merah pada kulit.
7. Fase kritis hari ke  4 -5, fase demam turun drastis, seolah terjadi kesembuhan. Namun perlu diketahu bahwa inilah fase kritis kemungkinan terjadinya Dengue Shock Syndrome.
8. Fase masa penyembuhan hari ke 6-7, fase demam kembali tinggi sebagai bagian dari reaksi tahap penyembuhan.

Temuan utama yang menunjukkan DBD menuju DSS adalah trombosit yang diikuti dengan meningkatnya hematokrit. menurunnya trombosit hingga di bawah 100.000 per milimeter. Kondisi tersebut akan memicu kebocoran plasma yang mengakibatkan syok hipovolemik yang berujung DSS. Gejala yang sering terjadi DDS adalah :

1. Tekanan darah menurun
2. Kulit basah dan terasa dingin
3. Napas tidak beraturan
4. Mulut kering
5. Denyut nadi lemah
6. Jumlah urin menurun

Cara pencegahannya Sahabat Hermina Bitung harus pahami dengan menggunakan cara Metode lain adalah dengan rutin menjalankan 3M-Plus, terutama pada musim hujan. Langkah 3M yang dimaksud adalah:

1. Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi atau toren, minimal 1 minggu sekali
2. Menutup rapat tempat penampungan air
3. Mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, seperti ban bekas yang dapat menampung air hujan
4. DDS atau sering disebut (Dengue Shock Syndrome) Pada kondisi ini, aliran darah ke seluruh jaringan tubuh akan menurun sehingga terjadi kekurangan oksigen (hipoksia). Hal ini dapat menyebabkan kejang, kerusakan pada hati, jantung, otak, dan paru-paru, penggumpalan darah, hingga kematian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dbd demam berdarah sakit
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top