Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuliner Idulfitri Penuh Lemak, Ini Tips Jaga Kebugaran dari Ade Rai di Hari Raya Lebaran

Ade Rai membagikan tip sederhana saat merayakan Idulfitri, pertama adalah fokus ke lauk, yaitu mengutamakan mengonsumsi protein, lemak, dan serat, serta meminimalkan karbohidrat dan gula yang berlebihan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 03 Mei 2022  |  08:20 WIB
Kuliner Idulfitri Penuh Lemak, Ini Tips Jaga Kebugaran dari Ade Rai di Hari Raya Lebaran
Ade Rai - Instagram @ade/rai

Bisnis.com, JAKARTA - Pakar kebugaran Ade Rai menyampaikan momen hari kemenangan Idulfitri 1443 Hijriah dapat dirayakan dengan tetap menjaga kesehatan dan berat badan ideal.

Dia menilai, menjaga kesehatan saat Lebaran dapat dilakukan dengan menyadari bahwa perayaan tidak dijadikan sebagai pelampiasan.

“Menyenangkan menikmati berbagai hidangan dan dekat dengan orang-orang yang kita kasihi, tetapi menyenangkan juga apabila dengan tetap menjaga kesehatan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (3/5/2022).

Dia mengibaratkan, mulut merupakan sumber kesehatan dan kesakitan sehingga makin bermanfaat asupan yang masuk ke dalam tubuh, dapat dilakukan dengan tidak melakukan konsumsi berlebihan.

Dia pun membagikan tip sederhana saat merayakan Idulfitri, pertama adalah fokus ke lauk, yaitu mengutamakan mengonsumsi protein, lemak, dan serat, serta meminimalkan karbohidrat dan gula yang berlebihan.

“Terlepas ketupat bagian utama dari hidangan. Namun, gula dari minuman boleh di kurangi,” kata Ade Rai.

Dia melanjutkan, saat merayakan Hari Raya Lebaran fokus masyarakat tentunya bukan ke olahraga, tetapi sebaiknya fokus yang dilakukan adalah menjadikan budaya puasa saat Ramadan menjadi kebiasaan ke depan.

Intermitten fasting. hari ke 3 setelah lebaran, boleh mulai menerapkan puasa kembali 12 jam, 16 jam atau lebih, dengan melewatkan makan pagi langsung makan siang dan malam saja atau menentukan jam disiplin makan,” tuturnya.

Dia juga mencontohkan, masyarakat dapat hanya makan di antara jam 13.00-20.00, kemudian selebihnya tetap berpuasa tetapi boleh minum, hanya tanpa gula.

“Setelah itu, bisa olahraga di akhir puasa, misalnya di jam sebelum makan siang. kalau tidak bisa, maka tidak apa-apa, apabila diganti dengan olahraga di sore hari,” kata Ade Rai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lebaran idulfitri Ade Rai
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top