Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas! Pria Bertubuh Tinggi Berisiko Lebih Besar Kena Kanker Testis

Nyeri, bengkak, atau benjolan di testis atau selangkangan Anda mungkin merupakan gejala kanker testis yang memerlukan perawatan. Ini dapat menyebar atau bermetastasis ke luar testis dan ke bagian tubuh lainnya. Namun, itu juga salah satu kanker yang paling dapat diobati, bahkan jika itu menyebar ke daerah lain.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  11:54 WIB
Sel kanker - Istimewa
Sel kanker - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Testis adalah kelenjar reproduksi pria yang terletak di dalam skrotum, yaitu kantong kulit yang terletak di bawah penis.

Testis berfungsi untuk memproduksi sperma dan hormon testosteron. Di bagian ini, bisa juga muncul kanker, ketika sel-sel abnormal mulai tumbuh di testis.

Nyeri, bengkak, atau benjolan di testis atau selangkangan Anda mungkin merupakan gejala kanker testis yang memerlukan perawatan. Ini dapat menyebar atau bermetastasis ke luar testis dan ke bagian tubuh lainnya. Namun, itu juga salah satu kanker yang paling dapat diobati, bahkan jika itu menyebar ke daerah lain.

Meskipun secara keseluruhan relatif jarang, kanker testis adalah jenis kanker paling umum yang menyerang pria berusia antara 15 dan 49 tahun, menurut NHS UK. Ada beberapa kemungkinan faktor risiko, meskipun memiliki faktor risiko tidak berarti Anda akan terkena kanker.

Cancer Research UK mengatakan salah satunya adalah pria tinggi berisiko kena kanker testis. Ini berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

Dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 10.000 pria, para peneliti di AS menemukan bahwa untuk setiap tambahan dua inci atau 5 cm di atas rata-rata, risikonya naik sebesar 13%. Sara Hiom, direktur informasi kesehatan di Cancer Research UK, mengatakan tapi, pria tinggi tidak perlu khawatir dengan penelitian ini karena kurang dari empat dari 100 benjolan testis sebenarnya bersifat kanker.

Sementara itu, orang kulit putih lebih mungkin didiagnosis menderita kanker testis dibandingkan ras lain. Alasan di balik ini masih belum jelas. Menurut John Hopkins Medicine, kanker testis paling sering terjadi pada pria kulit putih (Kaukasia) di Amerika Serikat dan lebih jarang terjadi pada pria kulit hitam (Afrika-Amerika), Hispanik, Latin, dan Asia-Amerika.

Memiliki riwayat keluarga kanker

Riwayat keluarga kanker testis adalah faktor risiko umum lainnya. Penyakit ini sangat diwariskan dan dapat diturunkan dari generasi ke generasi. Ada risiko delapan hingga dua belas kali lipat jika seorang pria memiliki saudara laki-laki dengan kanker testis dan risiko dua hingga empat kali lipat jika ayahnya menderita kanker testis. Namun, kanker testis jarang terjadi, dan oleh karena itu penyakit ini jarang diturunkan dalam keluarga.

Kriptorkismus adalah testis yang tidak turun, artinya salah satu atau kedua testis tidak turun ke skrotum sebelum lahir. Anak laki-laki dengan riwayat kriptorkismus memiliki peningkatan risiko kanker testis. Risiko kanker tidak secara langsung berkaitan dengan fakta bahwa testis tidak turun, tetapi diyakini bahwa kelainan saat turun kemungkinan besar menunjukkan kelainan pada testis yang membuat kanker lebih mungkin terjadi. Risiko ini dapat diturunkan jika pembedahan digunakan untuk memperbaiki kondisi sebelum pubertas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker pria
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top