Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid Naik Terus, Ahli: Saatnya Perketat Prokes dan Booster

Dekan Fakultas UI Ari Fahrial Syam mengatakan saat ini sub varian baru Covid-19 BA.4 dan BA.5. yang merupkan turunan varian dari Omicron sudah masuk Indonesia.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 16 Juni 2022  |  10:21 WIB
Kasus Covid Naik Terus, Ahli: Saatnya Perketat Prokes dan Booster
Pengunjung di wisata Ancol, Jakarta, sudah tidak mengenakan masker, Kamis (19/5/2022) - Pernita Hestin Untari

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah ahli medis menyarankan dan menegaskan masyarakat untuk kembali menerapkan protokol kesehatan di tengah kasus covid-19 yang semakin naik.

Dekan Fakultas UI Ari Fahrial Syam mengatakan saat ini sub varian baru Covid-19 BA.4 dan BA.5. yang merupkan turunan varian dari Omicron sudah masuk Indonesia.

Dia mengatakan, di Indonesia juga terjadi peningkatan jumlah kasus baru Covid-19 yang saat ini jumlahnya sudah tembus 1.000.

"Positivity rate makin tinggi, kalau masih tidak bergerak penambahan kasus akan terus meluncur deras. Pada berbagai kesempatan, saya menyampaikan bahwa kasus covid-19 akan kembali meningkat kembali jika ada varian baru muncul. Seperti sebelumnya pada delta dan Omicron," paparnya.

Sementara itu, Profesor Zubairi Djoerban mengatakan untuk menghadapi kenaikan kasus ini, prokes dan booster harus digalakkan.

"Sudah saatnya siaga dan tidak memandang remeh. Pakai masker dan mari kita tingkatkan capaian booster," ujarnya.

Dia memaparkan, berdasarkan situasi terkini, kasus covid baru di Indonesia mencapai 1.000 per 15 Juni 2022.

Dengan jumlah terbanyak di Jakarta yakni sebanyak 730. Dari jumlah tersebut, 200 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, kasus di Indonesia bertambah 709, yang kini tercatat menjadi 6.007 kasus.

Berdasarkan data dari Covid19.go.id, saat ini total kasus terkonfirmasi covid di Indonesia mencapai 6.063.251 kasus. 

Sedangkan kasus aktif total mencapai 6.007 dengan adanya penambahan 709 kasus per 15 Juni 2022.

Adapun total kematian bertambah 8 orang menjadi 156.670 orang.

dr Penyakit dalam Adininggar juga mengatakan, masyarakat harus waspada karena Virus bersirkulasi cukup hebat menyebabkan pandemi selama 3 tahun terakhir. Tanpa testing, tanpa sequencing, dan tanpa prokes, maka kita benar-benar bermain api.

Virus ini terus bermutasi, tercatat ada peningkatan 13% kasus di Amerika, peningkatan 58% kasus di Timur Tengah, dan peningkatan 33% kasus di Asia Tenggara. Jadi pandemi masih jauh dari berakhir. Dikutip dari @drningz, 8738 kematian masih terjadi sejak minggu lalu dan jumlah kematian tersebut masih terlalu banyak sehingga pandemi jelas belum berakhir.

Pada kenyataannya, di masa sekarang ini ada “penghuni baru” di dunia yaitu Covid dan mau tidak mau kita akan hidup berdampingan terus dengan Covid selamanya. Jadi, kita harus bisa dan mau beradaptasi dengan dunia baru bersama Covid.

Adaptasi bukan berarti kita tidak bisa hidup “normal”. Kita akan tetap bisa beraktivitas normal hanya dengan tambahan beberapa hal sebagai bagian dari adaptasi. Semua hal baru pasti tidak nyaman tapi kita terkadang harus mau keluar dari zona nyaman dalam menghadapi hal baru untuk jadi lebih baik.

Masih sangat penting untuk tetap melakukan usaha-usaha melindungi diri dan ikut berusaha mengurangi jumlah virus yang bersirkulasi dengan menggunakan alat-alat kesehatan masyarakat yang sudah terbukti efektif.

Jaga jarak, memakai masker, dan melakukan test sesuai indikasi. Kita harus tetap melacak pergerakan virus ini. Kita juga harus tetap melacak trend infeksi pada kelompok berisiko, melacak trend “variant of concern” yang bersirkulasi dan bisa merebak.

BA.2 masih dominan dan ada peningkatan jumlah BA.4 dan BA.5 di seluruh dunia, ada juga subvarian lain terdeteksi seperti BA.2 12.1 yang sekarang dominan di Amerika Serikat.

Jadi, katanya, dari sudut pandang evolusi virus, ini masih jauh dari berakhir. Kabar baiknya adalah vaksin terus bekerja dengan baik. Vaksin-vaksin ini terbuat dari strain Covid awal namun sangat signifikan menurunkan tingkat rawat inap di RS, ICU, dan kematian.

"Kita boleh bangga kita bisa menjalani jauh pandemi ini karena kita punya alat-alat yang efektif. Namun, kita harus tetap melawan. Kenali faktor risiko Anda di mana Anda tinggal atau saat akan bepergian ke manapun. Lakukan protokol kesehatan untuk menurunkan risiko Anda,"  tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ari fahrial syam Covid-19 epidemiolog
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top