Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Essential Oil yang Bisa Sembuhkan Anosmia Karena Covid-19

Banyak yang terinfeksi virus SARs-CoV-2 varian Delta yakni saat gelombang kedua COVID-19 di India, mengeluh kehilangan indera penciuman dan perasa atau anosmia.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 16 Juni 2022  |  10:31 WIB
Essential Oil yang Bisa Sembuhkan Anosmia Karena Covid-19
Essential oil alias minyak alami Bonnel. - Bonnel.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Selain kelelahan, batuk, nyeri otot dan persendian, gangguan indra penciuman dan perasa juga banyak dilaporkan pada pasien COVID-19 yang sembuh.

Banyak yang terinfeksi virus SARs-CoV-2 varian Delta yakni saat gelombang kedua COVID-19 di India, mengeluh kehilangan indera penciuman dan perasa atau anosmia.

Banyak orang lain yang terus mengalami parosmia, sejenis gangguan penciuman, yang menyebabkan bau terdistorsi, lama setelah mereka sembuh.

Sejauh ini, belum ada pengobatan yang terbukti atau pasti untuk mendapatkan kembali indra penciuman seseorang. Namun, latihan penciuman dikatakan sebagai latihan yang aman untuk mengobati hal yang sama.

Pelatihan penciuman atau pelatihan penciuman adalah latihan sederhana dan aman yang membantu orang untuk mendapatkan kembali indra penciuman mereka setelah sakit atau cedera. Dikatakan sebagai obat alami yang efektif untuk pasien dengan gangguan penciuman atau gangguan penciuman.

Latihan ini melibatkan penciuman serangkaian empat bau yang kuat, lebih disukai minyak esensial, dua kali sehari dan berguna bagi mereka yang kehilangan penciuman jangka panjang akibat COVID-19.

Sementara penelitian menunjukkan itu membantu menghubungkan saraf penciuman ke otak, tidak ada bukti untuk membuktikan bahwa itu membantu mendapatkan kembali indra penciuman.

Minyak esensial yang dapat membantu mengembalikan indra penciuman yang hilang

Dr Nicole Aaronson mengatakan, perawatan untuk kehilangan penciuman tergantung pada penyebabnya. Ada intervensi medis yang dapat membantu, serta perawatan di rumah.

Namun, dia percaya "Pelatihan penciuman adalah andalan pengobatan."

"Dalam pelatihan penciuman, pasien mencium serangkaian empat bau kuat yang dapat ditemukan di rumah seseorang, atau dalam bentuk minyak esensial. Setiap aroma dihirup dengan lembut selama 20 detik. Proses ini diulang tiga kali sehari selama 6 minggu. Komitmen jangka panjang biasanya diperlukan untuk melihat peningkatan,” tambahnya.

Menurut Dr. Aaronson, beberapa aroma yang bisa menangani anosmia dan paranosmia adalah sebagai berikut:

- Jeruk

- Mawar

- Kayu Putih

- Vanila

- Cengkeh

- Daun mint

- Kopi giling

Penelitian juga menunjukkan bahwa minyak esensial seperti mawar, kayu putih, lemon, dan cengkeh dapat membantu mengobati hilangnya indra penciuman.

Selain melatih penciuman, Anda juga dapat menggunakan minyak jarak untuk mengobati anosmia, yaitu hilangnya sebagian atau seluruh penciuman. Ini mengandung asam risinoleat, komponen aktif, yang membantu memulihkan kehilangan bau.

Anda juga bisa menggunakan jahe, yang merupakan bahan pokok dapur. Ini memiliki aroma khas, yang digunakan selama pelatihan penciuman juga.

Terakhir, irigasi garam juga merupakan metode yang banyak dilakukan. Jika Anda kehilangan indra penciuman karena alergi atau infeksi sinus, irigasi air asin membantu mengeluarkan alergen dari saluran hidung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 anosmia
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top