Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rekombinan Virus Omicron Bisa Munculkan Strain Berikutnya

Pandemi Covid-19 baru memasuki babak baru dan masih jauh dari selesai. Strain rekombinan masih muncul, dikonfirmasi dengan pecahnya strain rekombinan Covid-19 terbaru, "Deltacron" (XD).
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 23 Juni 2022  |  18:30 WIB
Rekombinan Virus Omicron Bisa Munculkan Strain Berikutnya
Rekombinan Virus Omicron Bisa Munculkan Strain Berikutnya

Bisnis.com, JAKARTA—Menurut Worldometer, jumlah lengkap kasus Covid-19 terverifikasi melampaui 520 juta pada 15 Mei 2022, dengan hampir 480.000 kasus baru di seluruh dunia dalam satu hari.

Menurut evaluasi WHO yang dirilis pada 5 Mei 2022, hampir 14,9 juta "kematian berlebih" disebabkan oleh Covid-19 dari 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2021. Risiko pandemi masih lazim, dengan jumlah kasus Covid-19 meningkat lagi di Amerika dan Eropa. Mutasi konstan Omicron menyebabkan lonjakan kasus di Afrika Selatan dan negara lain.

Dikutip dari News Medical Net, pandemi Covid-19 baru memasuki babak baru dan masih jauh dari selesai. Strain rekombinan masih muncul, dikonfirmasi dengan pecahnya strain rekombinan Covid-19 terbaru, "Deltacron" (XD).

Ancaman evolusi Covid-19 dan munculnya galur baru yang bermutasi, seperti galur rekombinan tetap tinggi. Dengan terobosan XD, beberapa galur rekombinan seperti XE dan XL juga telah muncul.

Sejauh ini, 21 galur rekombinan dari XA ke XW (melewati XI dan XO) telah dicatat dalam database Pangolin. Para ilmuwan menyatakan bahwa rekombinasi varian sebenarnya tidak jarang, yang mungkin terjadi ketika tubuh telah terinfeksi dua atau lebih varian Covid-19 secara bersamaan.

Omicron Terus Bermutasi

Varian Omicron terus meningkat dan bermutasi pada tingkat yang mengkhawatirkan sejak kemunculannya pada akhir tahun 2021. Generasi pertama Omicron B.1.1.529 (BA.1) mengambil posisi dominan Delta di berbagai negara secara global hanya dalam beberapa menit sampai subvarian berikutnya yaitu BA.1.1 muncul.

Pada Maret 2022, ada penyebaran cepat subvarian BA.2 di beberapa bagian Asia dan Eropa, dan dianggap sangat menular dibandingkan dengan BA.1 dan dapat lolos dari respons imun yang diinduksi oleh antibodi monoklonal yang ada.

Studi yang dilakukan pada karakteristik varian baru menunjukkan bahwa BA.2.12.1 sangat menular, dengan tingkat penularan sekitar 23% hingga 27% di atas dominan sebelumnya (BA.2). Satu lagi sublineage BA.2, BA.2.13, telah menyebar di Jerman, Belgia, Denmark, dan negara-negara Eropa lainnya secara bersamaan, sehingga menginfeksi hampir 700 orang.

Rekombinan Omicron

Dibandingkan dengan BA.2, BA.2.12.1, BA.4, dan BA.5 menunjukkan pelepasan netralisasi plasma yang lebih kuat dari vaksin yang dikuatkan. Analisis tambahan dari spektrum mutasi lolos mengungkapkan bahwa mutasi L452 muncul di bawah tekanan kekebalan yang telah diinduksi oleh pasien Omicron.

ACROBiosystems sangat waspada terhadap pertumbuhan Covid-19. ACROBiosystems telah mengembangkan berbagai antigen mutan baru secara bersamaan, seperti BA.2.12.1, BA.2.13, BA.4, dan BA.5.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top