Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setiap Tahun, 182,7 Miliar Kantong Plastik Dipakai di Indonesia

Indonesia jadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 03 Juli 2022  |  10:55 WIB
Setiap Tahun, 182,7 Miliar Kantong Plastik Dipakai di Indonesia
Diet Kantong Plastik - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA — Setiap 3 Juli, dunia memperingati International Plastic Bag Free Day atau Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia.

Peringatan ini didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran bahwa penggunaan kantong plastik, yang biasanya hanya sekali pakai, sangat berbahaya bagi lingkungan.

Studi yang dilakukan Travis P. Wagner (2017) memperkirakan masyarakat dunia membuang 5 triliun sampah kantong plastik setiap tahunnya. Padahal, secara rata-rata, kita hanya menggunakan kantong plastik selama 12 menit sebelum dibuang.

Di Indonesia, kantong plastik juga masih jadi barang konsumsi sehari-hari. Data dari Making Oceans Plastic Free (2017) menyatakan rata-rata ada 182,7 miliar kantong plastik yang digunakan di Indonesia setiap tahunnya.

Dari jumlah tersebut, bobot total sampah kantong plastik di Indonesia mencapai 1.278.900 ton pertahunnya. Jika rata-rata berat badan seseorang 60 kg, maka berat sampah kantong plastik pertahunnya di Indonesia sama dengan berat badan 21.315.000 orang.

Masih dari data yang sama, dikatakan bahwa sampah kantong plastik menyumbang setidaknya 40 persen dari keseluruhan limbah plastik di Indonesia. Pertahunnya, 511.560 ton kantong plastik yang digunakan masyarakat Indonesia berakhir ke lautan.

Studi dari Jenna R. Jambeck dan kawan-kawan (2015) menyatakan Indonesia sebagai penyumbang terbesar kedua sampah plastik ke laut, setelah China. Setidaknya 16 persen sampah plastik di lautan berasal dari Indonesia.

Padahal, menurut studi dari Gabriella F. Schirinzi dan kawan-kawan (2017) menyatakan bahwa mikroplastik yang ada dalam makanan laut dan minuman memiliki efek beracun bagi sel manusia.

Bagaimana Mengurangi Sampah Kantong Plastik?

Pada 2019, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Pergub No. 142/2019 yang membatasi penggunaan kantong plastik. Peraturan yang mulai berlaku pada 1 Juli 2020 tersebut melarang toko toko modern atau tradisional menyediakan kantong plastik untuk konsumennya.

Setahun setelah peraturan tersebut diterapkan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta bersama Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) melakukan survei kepada 1.220 keluarga. Hasilnya, dibandingkan dengan data pada 2018, terjadi penurunan penggunaan kantong plastik hingga 42 persen. GIDKP menyatakan penurunan tersebut setara dengan pengurangan sebesar 4.739 ton sampah kantong plastik pertahunnya.

Dari survei yang sama, diperkirakan terjadi pengurangan penggunaan kantong plastik hingga 82 persen di toko retail modern dan pasar tradisonal, tempat Pergub No. 142/2019 diperlakukan. Toko retail modern mencapai 95 hingga 100 persen pengurangan kantong plastik, sedangkan di pasar tradisional terjadi pengurangan 50 persen.

Artinya, intervensi pemerintah melalui aturan hukum dinilai sukses mengurangi sampah kantong plastik. Hingga 2021, di Indonesia sudah ada dua provinsi, 28 kota, dan 26 kabupaten yang memiliki aturan pembatasan plastik sekali pakai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kantong Plastik Berbayar Sampah Plastik
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top