Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Self-Healing, Tujuan dan Cara Melakukannya

Proses self-healing biasanya adalah mencoba mencari jalan keluar dari hal-hal seperti trauma, depresi, kecemasan, dan stress. Sehingga self-healing juga dapat diartikan sebagai penyembuhan pikiran.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 12 Juli 2022  |  15:04 WIB
Self-Healing, Tujuan dan Cara Melakukannya
Kesehatan mental - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Dari waktu ke waktu, kita berjuang dengan kesehatan mental dan fisik diri kita sendiri. Mengetahui cara menyembuhkan diri sendiri yaitu self-healing dapat membuat kita kembali ke keadaan yang stabil, baik itu pikiran, tubuh, maupun jiwa.

Self-healing didefinisikan sebagai proses pemulihan dari kesehatan yang buruk. Dilansir dari Berkeley, biasanya berupa kesehatan emosional, tetapi juga dapat mencakup masalah kesehatan fisik yang menyertainya. Karena kesehatan emosional dan fisik sering berjalan bersamaan.

Proses self-healing biasanya adalah mencoba mencari jalan keluar dari hal-hal seperti trauma, depresi, kecemasan, dan stress. Sehingga self-healing juga dapat diartikan sebagai penyembuhan pikiran.

Teknik penyembuhan diri berikut dapat bermanfaat bagi kesehatan emosional dan fisik Anda:

1. Self-healing dengan Simpati dan Empati

Seringkali, kita lebih keras pada diri kita sendiri daripada pada orang lain. Kita bahkan kerap kali marah pada diri sendiri karena tidak mampu mengatasi rasa sakit yang terjadi. Dengan menjadi keras pada diri kita sendiri, kita hanya mempersulit tubuh dan pikiran kita untuk sembuh. Itulah mengapa harus ada rasa simpati dan empati terhadap diri sendiri. Jaga diri sendiri dengan baik dan dukung diri sendiri untuk maju.

2. Self-healing dengan Tidur Lebih Banyak

Kurang tidur dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih sulit bagi tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Kurang tidur juga dapat berkontribusi pada tingkat hormon stres yang lebih tinggi seperti norepinefrin dan epinefrin. Hormon-hormon ini dapat membuat kita merasa lebih cemas dan kelelahan. Maka dari itu penting untuk tidur sebagai upaya self-healing.

3. Self-healing dengan Bernapas Lebih Dalam

Jika kita telah berjuang dengan stres, trauma, atau masalah kesehatan fisik, maka sistem simpatik kita, "melawan" diaktifkan untuk sementara waktu. Untuk menenangkan respons simpatik kita, kita perlu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yang sebagian besar bertanggung jawab untuk menenangkan respon dan membantu kita kembali ke keadaan kurang stres. Salah satu cara termudahnya adalah dengan pernapasan dalam.
Kegiatan Self-Healing

Berikut adalah beberapa kegiatan lain yang bermanfaat bagi self-healing Anda.

- Mencoba positif. Memvisualisasikan diri Anda dalam ruang yang santai dan positif dapat membantu menenangkan tubuh dan menenangkan pikiran Anda.
- Dengarkan musik yang menenangkan. Musik yang menenangkan dapat membantu mengurangi stres dan mengatur suasana untuk penyembuhan diri yang lebih baik.
- Kurangi makanan yang tidak sehat. Makanan tidak sehat seperti minyak terhidrogenasi, gula, dan kafein memberi tekanan ekstra pada tubuh Anda dan dapat mencegah segala jenis penyembuhan.
- Mulailah membuat jurnal tentang rasa syukur. Mempraktikkan rasa syukur adalah cara yang bagus untuk membawa lebih banyak emosi positif ke dalam hidup Anda. Emosi positif ini dapat membantu melawan emosi negatif yang mencegah penyembuhan.
- Cobalah berkebun. Penelitian menunjukkan bahwa berkebun memiliki banyak manfaat untuk kesejahteraan kita dan bahkan dapat membantu kita mengurangi depresi.

Berikut beberapa obat herbal dan teh terkenal yang dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh:

- Teh detoks. Ada berbagai herbal yang membantu menyembuhkan dan mengeluarkan racun dari tubuh. Salah satunya adalah dengan teh detoks Ayurveda.
- Kamomil. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan chamomile dalam jangka panjang dapat mengurangi gejala kecemasan.
- Adaptogen. Adaptogen adalah tanaman yang membantu tubuh mengelola stres. Beberapa adaptogen yang efektif adalah Ashwagandha, Holy Basil, Eleuthero, Jiaogulan, Rhodiola, & Ginsing.
- Permen. Penelitian menunjukkan bahwa aroma peppermint dapat membantu mengurangi depresi dan kecemasan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips gaya hidup pengobatan obat stres
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top