Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyebab Postur Bahu Membulat dan Cara Penanganannya

Chiropractors dan ahli terapi fisik dapat mendiagnosa seseorang melalui beberapa tes untuk melihat apakah mereka memiliki RSP.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 03 Agustus 2022  |  11:21 WIB
Penyebab Postur Bahu Membulat dan Cara Penanganannya
Ilustrasi postur bahu membulat

Bisnis.com, JAKARTA - Rounded shoulder posture (RSP) merupakan perubahan postur yang terdapat pada bahu yang disebabkan karena nyeri ataupun duduk dalam waktu yang lama karena tidak sesuai dengan center of gravity (COG).

Melansir Medical News Today, ada beragam 0enyebab terjadinya RSP ini seperti berikut::

  1. Menggunakan smartphone atau tablet
  2. Menggunakan komputer atau laptop
  3. Duduk dalam waktu lama
  4. Mengendarai kendaraan
  5. Membungkuk berulang kali
  6. Membawa barang berat sepanjang hari

Risiko RSP termasuk dampak negatifnya terhadap kesehatan dan penampilan.

Dengan secara tidak sengaja melatih tubuh untuk membungkuk ke depan dari waktu ke waktu, otot-otot menafsirkan posisi merosot ini sebagai keadaan alami tubuh. Ini bisa sangat berbahaya bagi tubuh jika tidak ditangani.

Peningkatan tekanan pada sendi bahu dapat menyebabkan nyeri di sekitar leher dan punggung bagian atas.

Yang terbaik adalah memperbaiki bahu yang RSP dengan menyesuaikan postur sesegera mungkin.

Chiropractors dan ahli terapi fisik dapat mendiagnosa seseorang melalui beberapa tes untuk melihat apakah mereka memiliki RSP.

Dokter mungkin pertama-tama melihat posisi istirahat seseorang saat mereka berdiri. Seseorang dengan bahu yang merosot mungkin tampak membungkuk, bahkan ketika diminta untuk berdiri tegak. Tangan mereka juga cenderung menghadap ke belakang, dengan ibu jari saling menunjuk.

Postur berdiri yang benar akan melihat tangan menghadap ke arah tubuh dengan ibu jari menghadap ke depan. Ini adalah tes sederhana, tetapi akan memberi dokter indikasi yang baik tentang postur tubuh sehari-hari seseorang.

Dokter mungkin menggunakan berbagai tes lain untuk membantu mereka mendiagnosis RSP dan postur tubuh yang buruk, untuk merekomendasikan perawatan terbaik.

Owner Oz Physio sekaligus Founder Exercise Research Team (EXERT), Rijal, S.Ft., Physio., memaparkan peran penggunaan kinesio taping pada kasus pasien dengan rounded shoulder posture.

Menurutnya, exercise merupakan salah satu program fisioterapi yang terbukti memperbaiki rounded shoulder posture secara maksimal, terutama untuk mengurangi derajat bahu ke depan.

Di sisi lain, exercise tersebut tidak meningkatkan kemampuan fungsional, sehingga kinesio taping menjadi salah satu alat bantu yang dapat digunakan oleh fisioterapis untuk memperbaiki rounded shoulder posture dengan kombinasi modalitas fisioterapi lainnya seperti stretching dan manual therapy. 

“Intervensi fisioterapi untuk memperbaiki rounded shoulder posture akan lebih efektif jika mengombinasikan manual therapy berupa massage yang berfungsi untuk melancarkan peredaran darah, lalu stretching untuk mengulur otot-otot yang mengalami pemendekan, serta kinesio taping untuk menjaga postur agar lebih stabil,” ujar Rijal dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa pada bagian bahu manusia terdapat sekelompok tendon yang menghubungkan tulang lengan atas (humerus), tulang belikat (scapula), dan tulang selangka (clavicula) atau yang biasa disebut dengan rotator cuff tendon. 

“Rotator cuff terbentuk dari empat otot, yaitu supraspinatus, infraspinatus, teres minor, dan subscapularis yang memiliki fungsi utama untuk menstabilkan dan menunjang pergerakan sendi bahu dengan cara mengangkat tangan ke atas, serta memutar bahu ke arah dalam dan luar,” katanya.

Dalam pemasangan kinesio taping, Rijal mengatakan harus diperhatikan cara pemakaian yang harus sesuai dengan letak otot-otot rotator cuff. Ia menjelaskan bahwa kinesio taping berfungsi sebagai stabilisasi, sehingga pemakaiannya tidak diperbolehkan untuk membatasi pergerakan dari scapula dan gerak vertebra cervical, thoracal, serta lumbal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tulang terapi medis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top