Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ilmuwan Taiwan Kembangkan Alat Tes PCR untuk Deteksi Virus Langya

Chuang Jen-hsiang, wakil direktur jenderal Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan, mengatakan laboratorium Taiwan tengah mengembangkan tes PCR untuk virus Langya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 16 Agustus 2022  |  10:10 WIB
Ilmuwan Taiwan Kembangkan Alat Tes PCR untuk Deteksi Virus Langya
Virus Langya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Taiwan mengembangkan metode diagnostik PCR untuk Langya henipavirus (LayV), virus yang baru diidentifikasi dari China yang telah membuat 35 orang sakit sejak 2018.

Virus ini terungkap setelah sebuah penelitian yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine (NEJM) pada 4 Agustus menandai bahwa penyakit zoonosis telah muncul di provinsi Shandong dan Henan.

Orang-orang itu diyakini telah terinfeksi oleh tikus yang membawa virus.

Chuang Jen-hsiang, wakil direktur jenderal Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan, mengatakan laboratorium negara itu telah menerapkan mekanisme pengujian virus melalui cara yang disarankan oleh penelitian.

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa LayV dapat ditularkan dari manusia ke manusia, kata Chuang.

Sementara virus itu tidak dianggap sebagai penyebab kekhawatiran dan tidak ada infeksi yang dilaporkan di Taiwan, Chuang mengatakan kasus yang dicurigai dapat dikirim untuk pemeriksaan sebagai tindakan pencegahan.

Gejala virus Langya termasuk batuk, demam, dan kelelahan. Para ilmuwan telah meremehkan risiko virus menciptakan pandemi berikutnya tetapi memperingatkan bahwa pengawasan yang ditingkatkan diperlukan dan bahwa lebih banyak patogen zoonosis dapat melakukan perjalanan tanpa diketahui.

Langya henipavirus, juga dikenal sebagai virus Langya, adalah spesies henipavirus yang pertama kali terdeteksi di provinsi Shandong dan Henan, Tiongkok. Telah diumumkan pada 35 pasien dari 2018 hingga Agustus 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

langya
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top