Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makna Baju Adat Buton yang Dikenakan Jokowi dan Ibu Negara

Orang Buton biasanya mengenakan pakaian biru-biru yang terdiri atas sarung dan ikat kepala tanpa baju dalam kegiatanannya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 17 Agustus 2022  |  10:53 WIB
Makna Baju Adat Buton yang Dikenakan Jokowi dan Ibu Negara
Jokowi dan Iriana Jokowi memakai baju adat Buton - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Jokowi yang mengenakan baju adat Buton Dolomani.

Baju adat itu, berbentuk jubah panjang warna merah dengan ornamen putih di sepanjang pinggiran jubah, dipadukan dengan celana merah dengan ornamen putih senada.

Jokowi juga memakai kemeja putih gading berhias payet, dipadukan dengan tutup kepala bundar masih dengan ornamen putih dan sarung berwarna hitam dan putih.

Sementara Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengenakan pakaian adat dari Buton Sulawesi Tenggara dengan baju atasan dan bawahan berwarna biru cerah dengan ornamen emas yang menghiasi permukaan baju. Ibu Negara juga mengenakan syal biru emas dan juga sapu tangan dengan warna senada.

Pakaian Dolomani sendiri merupakan salah satu pakaian yang dikenakan Sultan Buton dimasa lampau.

Dilansir dari Unhas.co.id, corak dan bentuk pakaian adat Buton sangat unik dan beragam. Dikatakan unik karena tidak ada samanya dengan pakaian adat daerah lain di Indonesia atau bahkan di dunia.

Keunikan tersebut tampak pada corak, bentuk, ragam, serta penggunaan masing-masing pakaian adat tersebut.

Keragaman bentuk dan ragam pakaian adat Buton tak bisa dilepaskan dari keragaman latar belakang sosial budaya masyarakat Buton khususnya para pendiri awal kerajaan Buton yang juga mencerminkan sistem golongan sosial dalam masyarakat Buton.

Sebagaimana telah diuraikan pada bagian awal, bahwa kerajaan Buton didirikan oleh sekelompok orang yang berasal dari latar belakang suku dan etnis yang berbeda yaitu Dungkusangia yang berasal dari Tiongkok-Mongol, Mia Patamiana dari Melayu, Wa Kaa Kaa dari Jawa-Mongol dan Sibatara dari Jawa.

Orang Buton biasanya mengenakan pakaian biru-biru yang terdiri atas sarung dan ikat kepala tanpa baju. Dan supaya sarung tampak kuat, dililitkan kain ikat pinggang yang diberi hiasan jambul-jambul atau rumbai-rumbai disebut kabokena tanga. Ikat kepala dililitkan di tengah kepala sehingga membentuk lipatan-lipatan yang meninggi di sebelah kanan kepala, yang disebut biru-biru.

Pakaian sehari-hari di kalangan wanita disebut baju kombowa. Pakaian ini terdiri atas unsur baju dan kain sarung bermotif kotak-kotak kecil yang disebut bia-bia itanu.

Bentuk baju berlengan pendek dan tidak berkancing. Terdapat dua sarung yang dikenakan yaitu sarung yang di dalam dililitkan pada pinggang lebih panjang dari pada sarung yang di luar. Perhiasan yang digunakan adalah sanggul yang diberi hiasan yang terbuat dari kain atau logam yang berwarna kuning membentuk kembang cempaka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Baju adat sejarah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top