Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sering Kesemutan Kaki dan Tangan? Waspada 4 Penyakit Ini

Bila Anda sering mengalami kesemutan di kaki atau tangan, maka kondisi tersebut menjadi sinyal penyakit.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 17 Agustus 2022  |  16:13 WIB
Sering Kesemutan Kaki dan Tangan? Waspada 4 Penyakit Ini
Kesemutan - darya varia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kesemutan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, yang biasanya muncul saat seseorang duduk terlalu lama. Namun, bila kesemutan terlalu sering melanda, perlu diwaspadai hal tersebut merupakan gejala penyakit ini.

Kesemutan dalam Istilah medis dikenal dengan sebutan "parestesia." Biasanya terjadi saat terdapat masalah dengan fungsi saraf, seperti saraf terluka, ada sesuatu yang menekan saraf, atau adanya ketidak seimbangan bahan kimia dalam tubuh yang kemudian dapat mengganggu fungsi saraf.

Apa Penyebab Kesemutan?

Kesemutan di kaki dan tangan bisa disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari kegiatan harian hingga menjadi tanda klinis seseorang terjangkit penyakit tertentu. 

Adapun hal-hal yang kita lakukan setiap hari terkadang juga dapat menyebabkan kesemutan antara lain:

1. Berdiri atau duduk dalam satu posisi untuk waktu yang lama

2. Duduk bersila

3. Tertidur dengan menindih lengan

4. Gigitan serangga atau hewan

Aktivitas di atas dapat menyebabkan kesemutan lantaran memberi tekanan pada saraf Anda. Namun biasanya lamanya kesemutan yang berlangsung akibat aktivitas tersebut hanya bersifat sebentar.

Kemungkinan Kondisi Medis Lain yang Perlu Diwaspadai saat Terlalu Sering Alami Kesemutan

1. Diabetes

Para penderita diabetes umumnya akan mengalami beberapa gejala neuropati diabetik seperti kesemutan. Neuropati diabetik ditandai dengan munculnya sensasi kesemutan yang seringnya menyerang saraf kaki.

Penyakit neuropati merupakan komplikasi yang paling umum terjadi pada pengidap diabetes, yang terjadi pada 60-70 persen pasien diabetes. Kondisi ini mengacu pada kerusakan saraf yang disebabkan oleh tingginya kadar berbagai metabolit yang tidak normal sebagai respons terhadap kadar gula yang tinggi dalam darah dan jaringan. 

2. Sindrom Raynaud

Gejala gangguan kesehatan ini mungkin sangat asing didengar bukan? Dilansir dari Mayo Clinics sindrom raynaud adalah kondisi saat arteri mengalami penyempitan sehingga menyebabkan pasokan darah ke kulit menjadi berkurang dan membatasi aliran darah ke daerah yang terkena (vasospasme).

Umumnya, sensasi kesemutan pada orang yang mengidap sindrom raynaud terjadi di jari tangan atau kaki. Namun sindrom raynaud kadang juga terjadi di telinga, hidung, bibir, dan puting.

3. Hiperventilasi

Hiperventilasi adalah suatu kondisi di mana seseorang kehilangan tempo bernapas secara normal. Kondisi ini membuat seseorang bernapas menjadi lebih cepat dari biasanya.

Hiperventilasi perlu menjadi perhatian ketika seseorang menghirup kadar oksigen yang jauh lebih sedikit, dan lebih mengeluarkan karbon dioksida.

Lantas apa hubungannya dengan kesemutan? Kadar karbon dioksida yang rendah menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memasok darah ke otak . Pengurangan suplai darah ke otak ini menyebabkan gejala seperti pusing dan kesemutan di jari. 

4. Sklerosis Ganda

Sklerosis ganda merupakan penyakit yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang yang biasanya terjadi lantaran adanya kondisi autoimun pada diri seseorang. 

Kesemutan di kaki dan tangan adalah gejala umum dari sklerosis ganda atau multiple sclerosis (MS). Meskipun pasien sklerosis ganda sering mengalami kesemutan di tangan atau kaki, mereka mungkin juga merasakan kesemutan di tempat lain di tubuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesemutan diabetes Gejala Penyakit
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top