Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gejala dan Penanganan Kusta yang Perlu Diketahui

Kusta adalah penyakit infeksi bakteri kronis dan progresif yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 19 Agustus 2022  |  13:09 WIB
Gejala dan Penanganan Kusta yang Perlu Diketahui
Bakteri Mycobacterium leprae penyebab kusta - slideshare.net
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pernah mendengar penyakit kusta? Semasa kecil pasti sering mendengar penyakit ini dalam dongeng-dongeng sebelum tidur. Namun, penyakit kulit ini memang betulan ada loh. 

Lalu apa itu penyakit kusta, bagaimana gejala dan cara penangannya? Berikut ini jawabannya berdasarkan healthline dan medicinenet.

Apa itu kusta?

Kusta adalah penyakit infeksi bakteri kronis dan progresif yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penyakit ini berkembang secara lambat namun mempengaruhi saraf ekstrimitas, kulit, lapisan hidung, serta saluran pernafasan bagian atas.

Penyakit yang dikenal juga sebagai penyakit hansen ini menyebabkan borok kulit, kelemahan otot hingga kerusakan saraf. Bahkan jika tidak segera diobati akan menyebabkan kecacatan yang parah.

Penyakit ini ditemukan di negara-negara yang beriklim tropis dan subtropis. Sejarah mencatat, penyakit ini adalah salah satu penyakit tertua di dunia, ada dari sekitar 600 SM. 

Apa saja gejala kusta?

Gejala utama penyakit ini sebenarnya hanya tiga, kelemahan otot, mati rasa pad atangan, kaki,lengan, juga tungkai dan lesi pada kulit. Namun, lesi kulit ini menyebabkan penurunan sensasi sentuhan, suhu ataupun rasa sakit. Lesi-lesi ini berwarna terang atau lebih merah dari warna kulit sekitarnya.

Bagaimana penanganan kusta?

Selain dengan terapi multiobat yang disarankan oleh WHO pada tahun 1995, kusta juga dapat diatasi dengan pemberian antibiotik dengan tujuan supaya bakteri penyebab penyakit ini dapat dibunuh.

Antibiotik yang biasa diberikan kepada penderita kusta adalah dapson (Aczone), Rifampisin (Rifadin), klofazimin (Lamprena), minosiklin (Minosin) dan ofloksasin (Ocuflux). Lalu dokter biasanya juga meresepkan obat anti-infamasi seperti aspirin (Bayer), prednison (Rayos) ataupun thalidomide (Thalomid). Namun, thalomid tidak dapat dikonsumsi oleh ibu hamil penderita kusta karena berisiko cacat lahir yang parah. 

Penanganan penyakit kusta tidaklah cepat, bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan satu sampai dua tahun. 

Bagaimana jika kusta tidak segera diobati?

· Jika penyakit ini tidak segera diobati, akan menyebabkan komplikasi serius seperti: pengrusakan 

· Rambut rontok yang umumnya terjadi lebih banyak pada alis dan bulu mata

· Ketidakmampuan untuk menggunakan tagan dan kaki

·  Kelemahan otot

·  Kerusakan saraf permanen di lengan dan kaki

·  Hidung tersumbat kronis, mimisan, kolaps septum hidung

· Peradangan pada iris mata

· Glaukoma

· Kebutaan

· Disfungsi ereksi

· Kemandulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kusta penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top