Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspadai HIV pada Anak, Gejala hingga Penanganannya Lebih Berat dari Dewasa

Dokter mengatakan gejala dan penanganan HIV pada anak lebih berat dari orang dewasa karena masih dalam tahap tumbuh kembang.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 03 September 2022  |  09:22 WIB
Waspadai HIV pada Anak, Gejala hingga Penanganannya Lebih Berat dari Dewasa
Ilustrasi HIV - thewiire.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - HIV pada anak masih memerlukan perhatian dari beberapa pihak terkait, termasuk orang tua.

Peran orang tua dalam mencegah, mendeteksi, hingga mendorong anak untuk melakukan sederet pengobatan HIV sangatlah penting.

Patut diketahui, gejala HIV pada anak cenderung lebih berat, karena anak masih dalam fase pertumbuhan, termasuk sistem imunnya.

“Karena sistem kekebalan tubuh anak yang tidak sempurna belum matang, terkena virus HIV, sehingga akibatnya biasanya gejala nya lebih berat dibanding dewasa yang kekebalan tubuhnya pada saat terinfeksi itu masih baik,” ungkap Ketua Satuan Tugas HIV Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Endah Citraresmi pada konferensi pers virtual pada Jumat, (2/9/2022).

Selain gejala, Endah juga menjelaskan bahwa penanganan HIV pada anak juga berbeda dari orang dewasa, karena harus banyak memperhatikan banyak hal.

Ada beberapa tatalaksana yang harus dilakukan berbarengan dengan pengobatan yang terus berjalan.

Hal ini berbeda dengan penanganan orang dewasa yang hanya membutuhkan serangkaian pengobatan.

“Penanganan HIV pada bayi dan anak itu bukan cuma butuh obat, yang jelas obat harus masuk, tetapi kalau untuk anak, itu banyak aspek yang perlu kita pertimbangkan, pertama, bayi dan anak itu harus imunisasi, biasanya baru diberikan imunisasi setelah stabil,”

Selain itu, Endah menyebutkan perlu juga dilakukan pemantauan tumbuh kembang anak serta pemenuhan nutrisinya.

“Jadi, tatalaksana nutrisi, tatalaksana stimulasi perkembangan, nanti kalau sekolah juga tentu permasalahan sekolah, dan juga imunisasi,” kata Endah.

Sayangnya, lanjut Endah, ada beberapa kasus baru ditangani ketika sudah terlanjur parah. Sehingga sudah terlanjur menyebabkan kerusakan otak dan kondisi serius seperti mengalami gangguan saraf, mengalami cerebral palsy, hingga berpengaruh pada perkembangan kognitif anak.

Sederet kondisi itu muncul dalam masa pertumbuhan, otak anak terganggu karena virus HIV dan bisa mengganggu kognitifnya.

Meskipun motoriknya baik, biasanya bisa sampe tinggal kelas hingga bersekolah di sekolah khusus.

“Lain dengan dewasa, dewasa tuh udah selesai otaknya tumbuhnya, kecuali dia terkena infeksi otak ya mungkin ada gangguan, tapi sebagian besar sih tidak ada masalah,” terang Endah.

Endah juga menambahkan, keterlambatan penanganan HIV pada anak bisa sebabkan kematian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hiv/aids hiv Gejala Penyakit anak anak-anak
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top