Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HIV pada Anak, Ketua IDAI: Keterlambatan Deteksi Dini Masih Jadi Masalah Utama

Keterlambatan penanganan HIV pada anak menjadi masalah utama yang berpengaruh pada cara pengobatannya.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 02 September 2022  |  19:07 WIB
HIV pada Anak, Ketua IDAI: Keterlambatan Deteksi Dini Masih Jadi Masalah Utama
IlustrasI HIV - AIDS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - HIV menjadi hal utama yang harus diprioritaskan oleh pihak-pihak terkait.

Mengingat banyaknya kasus HIV yang terjadi pada anak-anak dan remaja, diperlukan perhatian khusus untuk menanganinya.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Yanuarso mengatakan bahwa HIV pada anak bukanlah masalah baru.

Namun hingga saat ini, masih ditemukan banyak anak yang terlambat terdeteksi HIV. Menurutnya hal ini akan berpengaruh pada pengobatan penyakit tersebut.

“Sebetulnya ini merupakan permasalahan lama. Kita banyak sekali menjumpai anak-anak yang terlambat terdeteksi, hal ini tentu saja mempengaruhi pengobatannya,” ungkap dr. Piprim dalam konferensi pers virtual pada Jumat (2/9/2022).

dr. Pimprim juga menjelaskan penyebab terjadinya keterlambatan deteksi HIV pada anak adalah bagaimana penyakit tersebut menyerang sang anak.

Tak sedikit masalah ini juga muncul dan ditularkan dari keluarga atau orang terdekat.

“HIV pada anak punyai kekhasan, ini merupakan jalur vertikal dari ibunya, dan yang saya jumpai biasanya ibunya ketularan dari bapaknya yang ada riwayat kecanduan narkoba suntik, kemudian bapak ibunya meninggal, anaknya diasuh sama eyangnya, ini tipikal HIV anak sangat-sangat memprihatinkan,” papar dr. Pimprim.

Selain itu, dr. Piprim juga menyayangkan tentang terlambatnya deteksi HIV pada anak yang jika ditambah dengan kondisi lainnya akan mengganggu proses pengobatan.

“Belum lagi nanti terjadi malnutrisi, ketika kondisi ini terjadi dengan keterlambatan ini membuat respon terapinya juga tidak optimal, padahal HIV ini sudah bisa diterapi,” kata dr. Piprim.

Bahaya lambatnya deteksi HIV pada anak

Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas HIV IDAI, dr. Endah Citraresmi dalam agenda yang sama juga menjelaskan tentang bahayanya keterlambatan deteksi HIV pada anak.

Menurut Endah, hal ini akan berdampak pada tumbuh kembang anak.

“Karena kita tahu bahwa fase terinfeksi anak itu banyak yang dimulai pada saat lahir ataupun pada saat hamil, sehingga jika tidak ditangani dengan baik, infeksi berulang terjadi, maka pasti akan mengganggu tumbuh kembang anak,” papar dr. Endah.

dr. Endah juga menyebutkan, meskipun terinfeksi HIV belum punyai kemungkinan sembuh dan tumbuh kembangnya terganggu, anak yang mendapat perawatan untuk HIV masih punyai harapan hidup dengan baik.

“Sampai saat ini baik anak maupun dewasa (yang menderita HIV) tidak ada kata sembuh, tapi kita berikan obat untuk menekan replikasi virus, mensupresi virusnya, sehingga dia bisa terbebas dari berbagai infeksi, pertumbuhan dan perkembangannya baik, sehingga bisa bersekolah, kuliah, dan bahkan nanti bisa bekerja di kemudian hari,” pungkas Endah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hiv/aids hiv anak remaja ikatan dokter anak indonesia (IDAI)
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top