Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips Menangani Tetanus, Luka dengan Dampak Serius

Berikut adalah cara mengatasi bahaya tetanus ketika Anda mengalami luka
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 12 September 2022  |  23:49 WIB
Tips Menangani Tetanus, Luka dengan Dampak Serius
Ilustrasi-Vaksin - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketika punyai luka terbuka dikulit, mengharuskan untuk berhati-hati, sebab jika terinfeksi bakteri bisa sebabkan tetanus. Infeksi bakteri serius ini bisa disebabkan oleh bakteri yang ada di tanah, pupuk kandang, serta bakteri yang ada di sekitar.

Luka tetanus bahkan bisa didapatkan oleh seseorang saat tertusuk benda yang terkontaminasi bakteri. Tusukan ini akan mengembangkan infeksi hingga mempengaruhi seluruh tubuh dan berakibat fatal.

Saat terinfeksi, awalnya akan muncul gejala awal seperti kejang dan kekakuan otot pengunyah. Gejala ini akan terjadi sekitar tujuh hingga sepuluh hari sejak terinfeksi. Gejala lain seperti kejang otot akan menyebar ke leher hingga tenggorokan yang timbulkan kesulitan menelan hingga kejang otot wajah. Hingga akhirnya menyerang dada dan sebabkan kesulitan bernapas.

Gejala tetanus lainnya meliputi, tinja berdarah, diare, demam, sakit kepala, berkeringat,detak jantung cepat, sensitivitas terhadap sentuhan, sakit tenggorokan serta sakit kepala.

Berikut ini tips mengobati tetanus berdasarkan Medicalnewstoday!

1. Bersihkan luka secara menyeluruh

Membersihkan luka secara menyeluruh adalah langkah awal untuk menangani luka agar tidak sebabkan infeksi yang berujung pada tetanus. Namun, luka yang punyai kemungkinan besar berkembang jadi tetanus dianjurkan untuk ditangani oleh tenaga medis profesional.

Berikut luka yang punyai kemungkinan besar berkembang jadi tetanus:

●     Luka ataupun luka bakar yang harus dibedah namun tertunda selama enam jam

●     Luka atau luka bakar yang libatkan banyak jaringan terbuang

●     Tusukan atau cedera yang berkaitan dengan pupuk kandang ataupun tanah

●     Patah tulang serius yang terkena infeksi

●     Luka atau luka bakar yang dialami oleh pasien dengan sepsis sistemik

2. Konsumsi penisilin atau metronidazol

Untuk mengobati tetanus, biasanya dokter akan meresepkan dua obat ini. Namun bagi pasien dengan alergi penisilin ataupun metronidazol, akan diberikan tetrasiklin.

Hal ini bertujuan untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri serta mencegah produksinya neurotoksin. Neurotoksin akan sebabkan gejala tetanus yaitu kejang otot serta kekakuan.

3. Konsumsi antikonvulsan, relaksan otot, serta pancuronium dan vecuronium

Jika terlanjur alami gejala kejang otot dan kekakuan, dokter akan meresepkan antikonvulsan seperti diazelpam. Obat ini punya fungsi untuk mengendurkan otot, mencegah kejang, serta yaitu punyai fungsi sebagai obat penenang yang bisa mengurangi kecemasan.

Lalu relaksan otot seperti bacfelon yang punyai peran untuk mengurangi ketegangan otot. Cara kerjanya dengan menekan sinyal saraf dari sumsum tulang belakang. Terakhir pancuronium dan vecuronium untuk menghambat neuromuskular menghambat sinyal dari saraf ke otot serta mengendalikan kejang otot.

4. Operasi

Jika sudah dalam keadaan yang parah, ataupun punyai kemungkinan tetanus yang besar, dokter akan menyarankan operasi sebagai cara penanganan luka tersebut. Hal ini ditujukan untuk mengangkat otot yang rusak dan terinfeksi atau sebanyak mungkin.

Tindakan operasinya dinamakan debriment, atau tindakan menghilangkan jaringan yang telah terkontaminasi ataupun mati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terluka obat infeksi infeksi bakteri
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top