Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini 6 Penyakit yang Disebabkan Oleh Air yang Kurang Bersih

Berikut daftar penyakit yang disebabkan oleh pemakaian atau konsumsi air kotor di sekitar kita.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 07 November 2022  |  12:32 WIB
Ini 6 Penyakit yang Disebabkan Oleh Air yang Kurang Bersih
Diare pada bayi di bawah lima tahun bisa menyebabkan kematian.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Krisis air bersih yang melanda Suriah kini akibatkan wabah baru, kolera. WHO menganggap wabah ini diakibatkan oleh terkontaminasinya air Sungai Efrat. 

Di Indonesia, masalah air bersih seperti saat banjir kerap kali dikaitkan dengan penyakit diare dan leptospirosis. Namun, WHO juga menyebut, air yang tercemar dan sanitasi yang buruk terkait dengan penularan penyakit seperti kolera, diare, disentri, hepatitis A, tipus dan polio.

1. Kolera

WHO menyebut, Kolera merupakan infeksi diare akut yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri Vibrio cholerae. Penyakit ini dapat membunuh jika tidak diobati segera, bahkan dalam hitungan jam.

Dibutuhkan antara 12 jam dan 5 hari setelah terkontaminasi bakteri melalui air ataupun makanan, untuk timbulnya gejala. Selain itu, penyakit ini menyerang orang dengan segala usia.

2. Diare 

Diare adalah kondisi saat buang air besar encer dan sering alami kondisi ingin buang air besar yang tidak tertahan atau mendesak, bisa beberapa kali dalam satu hari. 

Meskipun terdengar seperti penyakit biasa dan cukup umum diderita. Tetapi, penyakit ini, termasuk ke dalam salah satu penyakit paling mematikan di dunia. 

Healthline menyebut, ada beberapa kondisi atau keadaan penyebab potensial diare antara lain:

  • Infeksi virus termasuk rotavirus, norovirus, dan gastroenteritis virus
  • Infeksi bakteri, termasuk Salmonella dan E. coli
  • Infeksi parasit
  • Penyakit usus
  • Intoleransi makanan, seperti intoleransi laktosa
  • Reaksi obat
  • Operasi kandung empedu atau perut

3. Disentri 

Disentri merupakan infeksi pada usus yang menyebabkan diare. Sehingga buang air kecil penderita disentri mengandung darah atau lendir.

National Health Service UK menyebut, gejala disentri selain berdarahnya buang air kecil juga seperti:

  • Kram perut yang menyakitkan
  • Muntah
  • Suhu tubuh yang tinggi

Disentri merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan dapat ditularkan melalui air. 

4. Hepatitis A

Mengutip laman WHO, hepatitis A merupakan penyakit peradangan hati yang dapat menyebabkan penyakit ringan hingga berat. Ini disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV).

Virus hepatitis A ini ditularkan melalui konsumsi makanan dan air yang terkontaminasi. Atau bahkan bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

5. Tifus

Mengutip laman NHS UK, tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh kutu, ataupun tungau yang menggigit kulit. Healthline menyebut, penyakit ini biasanya ditemukan di negara berkembang ataupun daerah miskin, sebab berkaitan dengan sanitasi yang buruk.

Meskipun pasien penderita tifus biasanya sembuh dengan perawatan. Namun, jika tidak diobati, penyakit ini bisa Sebabkan komplikasi serius dan berpotensi fatal.

6. Polio

Center for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkap, penyakit polio atau poliomielitis merupakan penyakit mematikan dan mengancam jiwa yang disebabkan oleh virus polio.

Penyakit ini bisa menginfeksi sumsum tulang belakang, sebab virus polio menyebar dari orang ke orang dan dapat menginfeksi sumsum tulang belakang seseorang. Sehingga bisa sebabkan kelumpuhan atau ketidakmampuan menggerakkan bagian tubuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air bersih pasokan air bersih penghentian layanan air bersih penyakit Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top