Polusi udara dari ke kendaraan bermotor
Health

Ini Penyebab Utama Polusi dan Dampaknya Bagi Anak Hingga Sebabkan Stunting

Mutiara Nabila
Jumat, 18 Agustus 2023 - 22:13
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Masalah polusi udara sedang kembali marak dibicarakan, karena dampaknya mulai terasa di seluruh masyarakat. 

Namun, nyatanya ini bukan masalah baru, hanya saja kembali mencuat setelah kita sempat menghirup udara bersih ketika mobilitas terbatas dan semua orang berada di rumah ketika pandemi Covid-19. 

Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Darmawan Budi Setianto Sp. A(K) mengatakna secara global polusi udara sudah menyerang tak hanya di Jakarta, di daerah Asia dan Afrika yang paling banyak mengalami polusi udara. 

Adapun, Unicef melaporkan polusi udara membunuh lebhi dari 600.000 anak tiap tahun. 

Penyumbang Polusi Terbesar

Polutan ada yang berasal dari alam seperti ledakan gunung berapi dan kebakaran hutan, tapi kebanyakan adalah buaatan manusia. 

Kota menghasilkan polutan, baik dari pabrik, kendaraan bermotor mulai dari, mobil, truk, bis, motor dan kendaraan darat lainnya termasuk kendaraan udaara seperti pesawat. Selain itu, peternakan juga bisa menghasilkan polutan. 

Penelitian di Portugal pada 2022 menunjukkan bahwa penyumbang polusi terbesar adalah kendaraan bermotor, saat selama masa pandemi. Hal ini karena sekarang mobilitas kembali meningkat setelah sekian lama orang-orang tinggal di rumah, sehingga menyumbang polutan lebih banyak. 

Polusi ini menyebabkan 7 juta kematian akibat stroke, penyakit jantung, penyakit pernapasan, dan bisa sampai ke penyakit kanker. Tiap tahun 2,2 juta orang meninggal prematur karena sumbangan dari paparan polusi dari berbagai penyakit tersebut. 

Dampak Polusi pada Bayi dan Anak

Paparan polusi udara yang terus menerus tak hanya memberikan dampak kesehatan bagi orang dewasa atau kelompok rentan seperti orang lanjut usia atau yang sudah memiliki penyakit. 

Polusi bahkan bisa berdampak pada janin yang masih dalam kandungan. Dokter Darmawan mengungkapkan bayi yang masih dalam kandungan bisa terpapar polusi lewat ibunya melalui plasenta. 

"Polutan ada ukurannya, untuk yang sangat halus di bawah PM2,5 bahkan tidak hanya bisa terhirup tapi bisa sampai ke aliran pembuluh darah. Sehingga bisa sampai ke bayi yang ada dalam kandungan," jelasnya dalam Media Briefing, Jumat (18/8/2023). 

Selain itu, jika sudah lahir, ada pula tiga sistem organ yang paling sering terpapar dengan dunia sekitar yaitu paparan pada kulit, kemudian dari udara yang dihirup dan dari makanan yang dicerna. 

Paparan polusi udara di seluruh dunia menyebabkan dampak negatif pada anak, tidak hanya gangguan kesehatan, tapi juga gangguan belajar mengajar, dan kesejahteraan anak secara umum. 

"Anak-anak lebih rentan dibanding kelompok usia yang lain karena mereka bernapas dengan laju lebih besar, sehingga kalau dihitung per kilogram berat badan, udara yang dihirup lebih banyak sehinga polutan yang terhirup lebih banyak," ujarnya. 

Dampak bagi anak bahkan bisa dari sejak hamil, menyebabkan kelahiran prematur, berat lahir rendah, penurunan kesuburan orang tua, dan meningkatkan risiko penyakit pada ibu selama kehamilan.  

Polusi udara juga turut menyumbang stunting pada anak, mulai dari perkembangan paru yang tidak maksimal sehingga mengurangi fungsi paru. Polutan yang sudah terserap ke aliran darah menyebabkan gangguan di aliran darah dan menyusutkan volume paru bahkan dari sebelum bayi dilahirkan. 

Hal ini yang kemudian meningkatkan risiko terjadinya asma pada anak dan meningkatkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, dan secara tumbuh kembang bisa mengganggu masalah saraf, menyebabkan gangguan mental, gerak motorik kasar dan halus, dan gangguna tingkah laku pada anak.

Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro