Air minum kemasan
Health

Mengkonsumsi Air Minum Kemasan Bisa Bahaya

Redaksi
Senin, 23 Oktober 2023 - 18:43
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Beberapa orang mengkonsumsi air minum kemasan setiap hari karena dianggap sehat, namun hal tersebut sebenarnya salah karena air minum kemasan justru akan memberikan dampak buruk untuk tubuh.

Seringkali perusahaan air minum mengklaim produknya merupakan air murni pegunungan ataupun air mineral pegunungan. Klaim tersebut sebenarnya tidaklah terlalu penting karena pada dasarnya air minum kemasan telah terkontaminasi mikroplastik dan bahan kimia beracun dari kemasan plastiknya.

Selain kemasan, air minum yang ditawarkan di dalam botol belum terjamin kualitasnya. Beberapa perusahaan produksi air minum mungkin mengambil air minum dari keran atau tempat lain kemudian melakukan pemfilteran sebelum diproduksi.

Faktanya, beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa air kemasan kurang aman dibandingkan air keran di beberapa tempat. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pasokan air kota yang masuk ke rumah ternyata digunakan untuk air minum kemasan.

Penemuan lainya menunjukkan, air minum kemasan memiliki jejak ftalat, jamur, mikroba, arsenik, dan ribuan kontaminan lainnya dalam air kemasan. Mengingat air kemasan mungkin tidak semurni atau seaman yang dipikirkan banyak orang, kamu mungkin bisa mendapatkan air minum paling murni dengan menyaring air keran di rumah dan memasaknya sebelum diminum.

Mengkonsumsi air kemasan secara terus menerus akan memberikan dampak pada tubuh. Orang dengan daya tahan tubuh kuat mungkin tidak akan memiliki dampak berlebihan, namun hal ini berbeda dengan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV, diabetes, transplantasi organ, atau sedang menjalani kemoterapi, harus mengambil tindakan pencegahan khusus terhadap air yang mereka minum.

Parasit Cryptosporidium dalam air kemasan dapat menyebabkan penyakit kronis atau parah dan bahkan gejala yang mengancam jiwa pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Simak dampak mengkonsumsi air minum kemasan setiap hari:

1. Bisa Menyebabkan Keracunan

Risiko utama terkait dengan meminum air kemasan adalah kenyataan bahwa kamu dapat terkena racun berbahaya dari plastik.

Meskipun air tidak bersifat asam (tidak seperti soda), setiap kali kamu minum dari botol plastik, dapat berisiko menelan bahan kimia yang digunakan untuk membuat botol tersebut karena racun ini dapat larut ke dalam air seiring waktu.

Hal ini biasa terjadi pada botol air bekas dan atau botol yang terkena panas. BPA dan racun plastik lainnya kemudian dapat masuk ke aliran darah, yang dapat menyebabkan sejumlah masalah termasuk berbagai jenis kanker serta kerusakan hati dan ginjal.

Racun ini dapat terakumulasi dalam sistem tubuh selama bertahun-tahun sehingga membuat kamu akan rentan terhadap berbagai macam masalah kesehatan.

2. Masalah Perkembangan dan Kesuburan

Meskipun semakin banyak produsen yang memilih untuk menjual botol air plastik bebas BPA, komponen ini masih merupakan komponen umum yang ditemukan pada botol air yang terbuat dari plastik tipe 7.

Salah satu dari banyak masalah BPA adalah bahwa BPA dapat bertindak sebagai estrogen palsu, dan ketika dikonsumsi dalam air melalui pencucian plastik, hal ini dapat menyebabkan berbagai kelainan kromosom yang dikaitkan dengan cacat lahir dan cacat perkembangan pada anak-anak.

Paparan estrogen pada BPA juga dapat menyebabkan penurunan kesuburan baik pada pria maupun wanita, dan bila anak terpapar BPA saat dalam kandungan hal ini dapat menyebabkan komplikasi di kemudian hari seperti gangguan hiperaktif, pubertas dini, dan peningkatan risiko untuk kanker tertentu. Seringkali perempuan dianjurkan untuk tidak minum air kemasan khususnya air dari botol plastik tipe 7 saat hamil.

3. Berkorelasi Dengan Tingkat Penyakit Pada Orang Dewasa

Paparan racun dalam botol air plastik juga dikaitkan dengan tingkat penyakit yang lebih tinggi di masa dewasa. Telah ditemukan bahwa orang yang minum banyak air kemasan, dan khususnya mereka yang memiliki konsentrasi BPA tinggi dalam urinnya, memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk menderita penyakit kardiovaskular, dan 2 hingga 4 kali lebih mungkin terkena diabetes tipe 2 dibandingkan individu dengan konsentrasi BPA rendah dalam tubuhnya.

Bahkan BHPF, suatu senyawa yang sekarang banyak digunakan dalam botol plastik sebagai pengganti BPA, diketahui mempunyai efek samping berbahaya yang serupa dengan BPA. Oleh karena itu, meskipun industri plastik mencoba berinovasi untuk membuat botol plastik lebih aman, semakin jelas bahwa hal paling aman untuk dilakukan adalah menghindari minum air kemasan jika memungkinkan.

4. Menambah Berat Badan

Jika kamu sudah mencoba menurunkan berat badan dan sepertinya tidak ada hasil, kamu mungkin akan terkejut mengetahui bahwa konsumsi air kemasan bisa jadi penyebabnya.

BPA dan BHPF yang terdapat dalam kemasan plastik dan terkontaminasi dengan air dalam kemasan botol terbukti mengganggu hormon dalam tubuh kita.

Secara khusus, efek kedua senyawa ini terhadap kadar estrogen pada pria dan wanitalah yang dikaitkan dengan masalah pengelolaan berat badan. Paparan senyawa dalam botol air plastik pada akhirnya dapat mempengaruhi tingkat penyimpanan lemak di tubuh dan dimana lemak disimpan, sehingga dapat menyebabkan penambahan berat badan dan kesulitan menurunkan berat badan.

5. Meminum Mikroplastik bukan Air

Mungkin hal yang paling mengkhawatirkan tentang air kemasan yang terungkap dalam beberapa tahun terakhir adalah bahwa meminum air kemasan dapat membuat orang berisiko mengkonsumsi mikroplastik.

Mikroplastik adalah potongan plastik kecil dengan panjang kurang dari 5 mm yang dapat ditemukan dalam berbagai produk, termasuk, mungkin yang paling kontroversial, banyak produk kosmetik yang menambahkannya sebagai scrubber pengelupas pada pembersih tangan dan scrub wajah.

Air kemasan tidak hanya menyerap beberapa senyawa kimia dalam botol plastik, namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa plastik itu sendiri juga terdapat dalam air yang diminum konsumen.

Faktanya, penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan bahwa 93% merek air kemasan populer yang diuji airnya mengandung serat plastik (hasil serupa juga ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh Fredonia State University of New York).

Meskipun studi mengenai prevalensi mikroplastik dalam air minum kemasan, dan potensi bahaya yang ditimbulkannya, masih dalam tahap awal, kita hanya bisa membayangkan potensi dampak jangka panjang dari konsumsi plastik, sehingga menyoroti alasan lain untuk membatasi penggunaan air kemasan. (Maria Elfika Simplisia)

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro