RS Siloam Semanggi./siloamhospitals
Health

Gandeng AMC Korsel, RS Siloam (SILO) Kembangkan Layanan Baru

Arlina Laras
Minggu, 5 November 2023 - 01:44
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten rumah sakit Grup Lippo, PT Siloam International Hospitals Tbk. alias Grup RS Siloam (SILO) kian memperluas kapabilitas klinis Indonesia. 

Teranyar, pihaknya bersama Asan Medical Center (AMC) di Seoul, Korea Selatan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) AMC untuk menjadi penyedia layanan kesehatan kolaboratif, termasuk perawatan bersama pasien dan rujukan pasien, serta pertukaran staf medis dan peneliti. 

Direktur Utama Siloam Hospitals Group Caroline Riady mengatakan hubungan kerja sama strategis ini menunjukkan komitmen Siloam untuk terus memperkuat program klinis dan hasil medisnya.

"Kedua belah pihak dapat saling meningkatkan pengetahuan dalam kasus-kasus yang kompleks, meningkatkan kesadaran, eksposur, dan pengalaman tim medis di berbagai bidang medis, serta banyak keuntungan lainnya dari kemitraan ini," katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Sabtu (4/11/2023).

Selain itu, dia menuturkan dengan memanfaatkan keahlian klinis AMC yang canggih, menurutnya Siloam dapat berkolaborasi dalam pelatihan bersama, penelitian dan uji klinis bersama, kunjungan lapangan, dan transfer pengetahuan akademis.

Ketua Tim dan Manajer Umum Asan Medical International  Sook-kyung Sung pun menilai kesempatan ini merupakan kerja sama yang saling menguntungkan.

“Kami sangat senang dapat memulai kolaborasi strategis dengan Siloam, salah satu operator layanan kesehatan swasta terbesar di Indonesia yang memiliki standar internasional dan keahlian yang mendalam di bidang medis," ujarnya.

Sebagai informasi, Asan Medical Center (AMC) menjadi kompleks medis terbesar di Korea yang berdiri sejak 1989. Tercatat, AMC memiliki 2.732 tempat tidur, 50 pusat spesialisasi, dan 56 departemen klinis, yang memberikan perawatan kepada rata-rata 13.857 pasien rawat jalan dan 2.491 pasien rawat inap setiap hari. 

Sementara itu, Grup RS Siloam Indonesia memang telah konsisten dalam menyediakan layanan kesehatan berstandar internasional. 

Saat ini, Siloam mencatatkan pendapatan Rp8,24 triliun per September 2023, naik 21,55% dari Rp6,93 triliun per September 2022. Perinciannya, pendapatan rawat inap Rp4,73 triliun per kuartal III/2023 naik dari sebelumnya Rp3,86 triliun, dan pendapatan rawat jalan Rp3,51 triliun naik dari Rp3,06 triliun per kuartal III/2022. 

Beban pokok pendapatan SILO jua naik menjadi Rp5,01 triliun dari sebelumnya Rp4,44 triliun. Namun, laba bruto masih naik menjadi Rp3,23 triliun per September 2023 dibandingkan Rp2,49 triliun per September 2022. Siloam mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp858,90 miliar. Laba bersih tersebut melonjak 91,20% dari sebelumnya Rp449,21 miliar. 

Presiden Direktur Siloam Benny Haryanto menyampaikan SILO kembali membukukan hasil keuangan dan operasional yang signifikan pada kuartal III/2023. Manajemen memiliki fokus yang kuat dalam mengembangkan program-program klinis serta mendorong efisiensi dan profitabilitas di setiap rumah sakit. 

"Investasi Siloam dalam kapabilitas digital juga telah membuahkan hasil tidak hanya bagi pasien kami, tetapi juga bagi para pemegang saham," paparnya dalam siaran pers, dikutip Senin (30/10/2023). 

Jumlah pasien rawat inap, hari rawat inap, dan rawat jalan pada per September 2023 tercatat sebanyak 223.191 pasien, 696.966 hari, dan 2.882.867 kunjungan, dan masing-masing mengalami peningkatan sebesar 29,1%, 18,6%, dan 27,9% dibandingkan 9 bulan 2022.

Sambil terus mengembangkan pengalaman pasien melalui berbagai inisiatif, Siloam telah berhasil menjadi lebih efisien dalam merawat pasien dan Average Length of Stay (ALOS) tercatat 3,1 hari di kuartal III/2023 dari 3,3 hari di kuartal III/2022 dan 3,2 hari di kuartal II/2023. 

Seiring dengan semakin efisiennya Siloam dalam menangani pasien, hasil dari program-program klinis yang sangat kompleks seperti Kardiologi dan Bedah Jantung, Onkologi dan Bedah Onko, Neurologi dan Bedah Saraf, Gastroenterologi dan Bedah Ortopedi (CONGO) mengalami peningkatan dari kuartal ke kuartal baik dari segi volume maupun Average Revenue per Day (ARPD). 

"Perusahaan telah menjalani tahun yang luar biasa dan berada di jalur yang tepat untuk mencapai 4 juta pasien yang terlayani pada tahun 2023," jelas Benny Haryanto.

Penulis : Arlina Laras
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro