Ilustrasi anak sakit demam/istimewa
Health

Cara Penanganan Anak Menelan Cairan Berbahaya, Jangan Dimuntahkan!

Mutiara Nabila
Kamis, 9 November 2023 - 20:58
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Anak anak terutama bayi, balita dan anak prasekolah di bawah usia 6 tahun, sering kali memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga mereka ingin menyentuh, mencium dan merasakan semua benda yang ditemukan. 

Tanpa pengawasan ketat, hal ini sering kali menyebabkan situasi yang berbahaya, ketika anak secara tidak sengaja menelan benda asing atau cairan berbahaya.

Menelan cairan berbahaya, seperti cat, minyak tanah, asam aki, soda api, atau cairan berbahaya lainnya dapat menyebabkan kerusakan internal dalam tubuh, atau melukai dinding kerongkongan dan saluran cerna serta dapat mengakibatkan infeksi dan perdarahan. 

Dalam beberapa kasus, menelan benda asing dan cairan berbahaya bahkan bisa menyebabkan meninggal, pertama karena tersedak, ketika menelan bukan masuk ke saluran cerna tapi masuk ke saluran napas.

Dokter Spesialis Anak, Ariani Dewi Widodo menceritakan pernah menangani kasus yang terlambat ditangani, ketika masih dalam masa Covid-19, dia meminum cairan asam sulfat untuk aki. 

Salahnya, penanganannya terlambat, terutama karena anak tersebut terkena Covid-19 dan saat itu belum ada ICU Covid. 

"Karena terlambat sedikit, jalur keluar dari lambung sudah tidak ada, lambungnya begitu rusak hingga lubang dari lambung ke usus tertutup, dan dilakukan operasi darurat dan dibuat saluran baru, untungnya selamat," ujarnya dalam media briefing, Kamis (9/11/2023). 

Lantas bagaimana penanganan yang tepat?

Untuk kasus seperti ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan meminta anak memuntahkannya kembali. 

"Hal yang paling tidak boleh adalah meminta anak memuntahkan lagi. Itu kan biasanya refleks orang tua. Tapi yang berbahaya, satu kali organnya berkontak dengan cairan berbahaya itu sudah bisa menyebabkan kerusakan parah. Jangan minta dia dua kali berkontak dengan cairan itu, akibatnya akan menyebabkan kerusakan yang lebih berat," jelasnya. 

Selain itu, ketika diminta memuntahkan cairan tersebut juga bisa jadi justru menimbulkan masalah lain, yaitu cairan masuk ke saluran napas secara tidak sengaja, sehingga saluran napas bisa ikut rusak, bisa menyebabkan henti napas. 

"Maka untuk anak yang tertelan cairan berbahaya bisa langsung dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit bisa menetralkan cairannya atau mengeluarkannya tanpa melalui jaringan dengan menggunakan NGT. Kemudian, langsung dibawa saat kejadian, jangan tunggu lama, karena yang baru kejadian akan lebih mudah tertolong dibandingkan yang terlambat ditangani," tegas Dokter Ariani. 

Selain itu, memberi air putih dengan tujuan membilas cairan berbahaya tersebut juga bisa meski kurang dianjurkan. Namun, harus tetap memantau keadaan anak. 

Jika anak masih merasakan hal yang tidak nyaman, leher membengkak, dan tidak bisa menelan dengan baik, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru.

Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro