Gerai Panglima
Kuliner

Jelajah Sinyal 2023: Oleh-oleh Khas Samarinda dengan Sentuhan Digitalisasi

Anitana Widya Puspa
Senin, 4 Desember 2023 - 22:08
Bagikan

Bisnis com, SAMARINDA - Di tengah hiruk-pikuk jalan Juanda, tak jauh dari flyover, terdapat sebuah tempat yang telah menjadi ikon oleh-oleh khas Samarinda, yaitu "Gerai Panglima".

Gerai ini merupakan bagian dari Roti Panglima. 

Gerai ini bukan hanya sekadar toko, melainkan warisan rasa yang telah dikenal oleh masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.

Bermula pada Juli 2013, Roti Panglima memulai perjalanan bisnisnya dari jualan rumahan.

Kini, Gerai Panglima menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Samarinda, dengan cabang tersebar di berbagai penjuru Kota Samarinda, menjadi destinasi wajib bagi mereka yang menginginkan oleh-oleh khas dengan cita rasa otentik.

Tak hanya sekadar menjual produk hasil produksi sendiri, Gerai Panglima juga memberikan panggung bagi produk UMKM lokal yang memenuhi standar kualitas.

Dibalik setiap kue dan oleh-oleh yang lezat, Gerai Panglima memiliki filosofi membangun sinergi dengan UMKM yang juga dibina oleh Dinas Perdagangan setempat. 

Selaras dengan perkembangan Gerai Panglima terus beradaptasi dengan dunia digitalisasi termasuk dalam pemasaran. 

Supervisor Panglima Masrukin memahami bahwa keberlanjutan usaha bukan hanya tentang rasa, tetapi juga kemampuan berinovasi. Meski memang kontribusinya belumlah sebanyak pemasaran manual.

"Kalau di sini masih 30 persen dari online. Ada tren naik turun. Ada kalanya online juga naik ada kalanya turun," terangnya kepada Tim Bisnis Indonesia Jelajah Sinyal 2023.

Platform e-commerce juga menjadi jendela utama Gerai Panglima dalam memasarkan produknya.

Dengan kehadiran di berbagai platform, Gerai Panglima berhasil menjangkau pasar yang lebih luas, baik lokal maupun turis. Setiap postingan tidak hanya sekadar memamerkan produk, tetapi juga cerita di balik setiap kreasi, memberikan daya tarik lebih kepada konsumen potensial.

Penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran juga salah diterapkan oleh Gerai Panglima. Hal ini tidak hanya memberikan kemudahan kepada konsumen, tetapi juga menciptakan pengalaman belanja yang lebih modern dan efisien.

Namun memang pola pembayaran yang dilakukan masyarakat berbeda. Dia menuturkan khusus untuk gerai yang ada di bandara, mayoritas transaksi pembayaran telah dilakukan melalui digital.

Namun untuk toko yang berada di Samarinda, tutur Masrukin, rata-rata masyarakat yang berkunjung dari kota-kota di sekitar Samarinda justru sudah banyak menggunakan uang tunai. Alhasil transaksi digital di gerai ini baru sebesar 25 persen.

Kendati demikian langkah-langkah inovatif Gerai Panglima bukan hanya sebatas strategi pemasaran, melainkan juga bentuk dukungan terhadap pertumbuhan UMKM lokal. Pemilik Roti Panglima mengambil peran sebagai penggerak ekonomi di komunitasnya, membuka peluang dan memberikan contoh bahwa digitalisasi bukanlah ancaman, melainkan peluang bagi yang bisa beradaptasi.

Dengan menyajikan kelezatan khas Samarinda dan terus berinovasi dalam dunia digital, Gerai Panglima tidak hanya menjadi tempat belanja oleh-oleh, tetapi juga destinasi kuliner yang menjembatani tradisi dengan tren masa kini. Perpaduan antara cita rasa yang tak terlupakan dan kecerdasan dalam berbisnis membuat Gerai Panglima tetap menjadi pilihan utama bagi pecinta kuliner yang menghargai keaslian dan kualitas.(Risky A. Sejati)

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro