Ilustrasi pria mengalami gejala kanker paru-paru/Freepik
Health

Ini 7 Jenis Kanker yang Paling Mematikan dan Sulit Diobati

Mia Chitra Dinisari
Selasa, 6 Februari 2024 - 12:32
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Raja Charles III baru saja didiagnosa mengidap kanker, meskipun jenisnya tidak diumumkan secara resmi.

Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran keluarga kerajaan dan juga warga Inggris.

Seperti diketahui kanker adalah jenis penyakit yang mematikan dan berbahaya.

Kanker adalah sekelompok penyakit yang kompleks dan beragam yang ditandai dengan pertumbuhan dan penyebaran sel-sel abnormal yang tidak terkendali.

Meskipun kemajuan dalam penelitian dan teknologi medis telah meningkatkan pemahaman dan pendeteksian kita terhadap berbagai jenis kanker, beberapa jenis kanker bersifat tersembunyi, sehingga sulit untuk didiagnosis dan diobati.

Itulah sebabnya setiap tahun sekitar 10 juta nyawa hilang akibat kanker. Berikut adalah beberapa kanker yang tersembunyi.

Kanker pankreas sering dijuluki sebagai “pembunuh diam-diam” karena gejala awal yang tidak kentara atau tidak adanya tanda-tanda yang nyata hingga penyakitnya mencapai stadium lanjut.

Gejalanya mungkin termasuk sakit perut, penurunan berat badan, dan masalah pencernaan, namun gejala ini seringkali tidak spesifik dan dapat dikaitkan dengan kondisi lain. Akibatnya, kanker pankreas sering kali didiagnosis pada stadium lanjut, sehingga mengurangi pilihan pengobatan dan tingkat kelangsungan hidup secara keseluruhan.

 Perhatikan gejala kanker yang ringan. Sekalipun gejalanya tampak ringan, tidak kentara, dan dapat diobati bagi Anda, jangan ragu untuk pergi ke dokter jika hal ini berulang. Ingatlah selalu, waktu yang Anda buang tanpa ke dokter adalah waktu yang Anda berikan pada penyakit untuk berkembang. Setiap kelainan pada tubuh harus ditangani dengan hati-hati.

Berikut jenis kanker yang mematikan dan sulit diobati

1. Kanker pankreas

Kanker pankreas sering dijuluki sebagai “pembunuh diam-diam” karena gejala awal yang tidak kentara atau tidak adanya tanda-tanda yang nyata hingga penyakitnya mencapai stadium lanjut. Gejalanya mungkin termasuk sakit perut, penurunan berat badan, dan masalah pencernaan, namun gejala ini seringkali tidak spesifik dan dapat dikaitkan dengan kondisi lain. Akibatnya, kanker pankreas sering kali didiagnosis pada stadium lanjut, sehingga mengurangi pilihan pengobatan dan tingkat kelangsungan hidup secara keseluruhan.

2. Kanker otak​

Jenis kanker otak tertentu, seperti glioma, dapat terjadi secara tersembunyi karena terbatasnya kapasitas otak dalam merasakan rasa sakit. Gejala dapat berkembang secara bertahap dan tidak spesifik, termasuk sakit kepala, kelelahan, atau perubahan fungsi kognitif. Tanda-tanda yang tidak kentara ini dapat menyebabkan individu menghubungkan gejala-gejalanya dengan stres atau faktor-faktor tidak berbahaya lainnya, sehingga menunda diagnosis.

3. Kanker ovarium​

Kanker ovarium terkenal karena perkembangannya yang tersembunyi, karena cenderung tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Gejalanya mungkin tidak jelas dan mudah diabaikan, seperti kembung, rasa tidak nyaman pada perut, atau perubahan kebiasaan buang air besar. Ketika gejala mulai terlihat, kanker sering kali sudah mencapai stadium lanjut, sehingga deteksi dini dan pengobatan yang efektif menjadi tantangan.

4. ​Kanker esofagus​

Kanker esofagus dapat berkembang secara diam-diam, dengan gejala yang menyerupai masalah pencernaan umum seperti refluks asam atau kesulitan menelan. Pada saat seseorang mengalami gejala yang lebih mengkhawatirkan seperti penurunan berat badan yang tidak disengaja atau rasa sakit yang terus-menerus, kankernya mungkin sudah mencapai stadium lanjut, sehingga berdampak pada hasil pengobatan.

5. ​Kanker paru-paru​

Kanker paru-paru, khususnya kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC), mungkin tidak kentara pada tahap awal. Gejala awal seperti batuk terus-menerus atau rasa tidak nyaman di dada mungkin terabaikan atau disebabkan oleh masalah pernafasan lainnya. Selain itu, kanker paru-paru seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas hingga mencapai stadium lanjut, sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis dan berkurangnya kemanjuran pengobatan.

6. ​Kanker ginjal​

Kanker ginjal, khususnya karsinoma sel ginjal, dapat berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala nyata pada tahap awal. Saat tumor tumbuh, individu mungkin mengalami tanda-tanda halus seperti darah dalam urin, nyeri punggung bagian bawah, atau penurunan berat badan yang tidak disengaja. Namun, gejala-gejala ini mungkin tidak kentara atau secara keliru dikaitkan dengan kondisi lain, sehingga menghambat deteksi dini.

7. ​Kanker kandung empedu​

Kanker kandung empedu sulit untuk dideteksi sejak dini, karena sering kali muncul dengan gejala yang tidak kentara seperti sakit perut, kembung, atau gangguan pencernaan. Selain itu, lokasi kandung empedu yang jauh di dalam tubuh dapat mempersulit identifikasi kelainan melalui pemeriksaan fisik rutin, sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro