Kate Middleton mulai melakukan kemoterapi untuk penyembuhan kanker/Istimewa
Health

Kate Middleton, Istri Pangeran Inggris Mulai Melakukan Kemoterapi

Mutiara Nabila
Sabtu, 23 Maret 2024 - 09:17
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menghilang dari pandangan publik sejak Desember 2023, Kate Middleton, istri pangeran Inggris, mengungkapkan mengidap kanker.

Dalam sebuah video yang disiarkan di BBC Inggris, sang putri menggambarkan berita itu sebagai “kejutan besar” dan meminta “waktu, ruang, dan privasi”.

Putri dengan nama asli Catherine, telah didiagnosis menderita kanker dan telah memulai kemoterapi.

Diagnosisnya menyusul Raja Charles III, yang mengumumkan diagnosis dan pengobatan kankernya sendiri pada awal Februari. 

Pengumuman tersebut dilakukan saat publik mulai mengkhawatirkan ketidakpastian terkait kesehatan Kate, yang menjalani operasi perut pada Januari dan kemudian menghilang dari pandangan publik karena sedang mencoba memulihkan diri.

Atas pengumuman tentang kesehatannya, Kate Middleton yang baru berusia 42 tahun menjadi anggota kedua keluarga kerajaan Inggris yang didiagnosis menderita kanker dalam beberapa pekan terakhir.

Sejak Raja Charles III dan Kate memeriksakan diri masing-masing pergi ke rumah sakit dalam beberapa bulan terakhir, perhatian publik makin tertuju pada keluarga kerajaan. 

Absennya Kate yang berkepanjangan dari sorotan publik, khususnya, memicu gelombang rumor tentang keberadaannya. Kondisi ini semakin viral, setelah dipicu oleh foto editan yang dirilis oleh istana.

Sebelumnya, pada 10 Maret 2024 lalu, Kerajaan Inggris mengunggah foto Kate dan anak-anaknya untuk perayaan Hari Ibu di Inggris. 

Istana Kensington merilis foto resmi Kate yang tersenyum dikelilingi ketiga anaknya, George, Charlotte, dan Louis. Namun, istana tidak memberikan banyak rincian tentang foto tersebut, kecuali bahwa foto tersebut diambil oleh Pangeran William sepekan sebelumnya, di Adelaide Cottage, di halaman Kastil Windsor.

Meskipun foto tersebut dimaksudkan untuk menyorot sebuah keluarga bahagia di hari libur dan meredam rumor, foto tersebut menjadi subjek pengawasan ketat setelah The Associated Press, karena kekhawatiran bahwa foto itu telah dimanipulasi. 

Pihak Istana dan sejumlah media, termasuk The New York Times, yang awalnya menggunakan gambar itu dalam sebuah berita, diminta menghapusnya.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro