Kenali Tahapan-tahapan Serangan Migrain dan Cara Mengatasinya/mims.com
Health

Kenali Tahapan-tahapan Serangan Migrain dan Cara Mengatasinya

Mia Chitra Dinisari
Senin, 15 April 2024 - 14:45
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Migrain adalah kelainan neurologis yang ditandai dengan episode sakit kepala parah yang berulang, sering kali disertai gejala seperti mual, muntah, kepekaan terhadap cahaya, dan suara.

Sakit kepala ini biasanya berlangsung berjam-jam hingga berhari-hari dan dapat melemahkan, memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup.

Dr. Srinivas Botla, Konsultan Senior Ahli Bedah Saraf, Rumah Sakit Yashoda Hyderabad dilansir dari timesofindia mengatakan migrain diyakini disebabkan oleh aktivitas otak yang tidak normal, yang melibatkan perubahan aliran darah dan tingkat neurotransmitter.

Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, faktor-faktor seperti genetika, fluktuasi hormonal, makanan tertentu, stres, dan pemicu lingkungan dapat berkontribusi terhadap serangan migrain.

Ada empat tahap utama episode migrain:

1. Prodrome

Ini adalah tahap peringatan, yang dapat terjadi beberapa jam hingga beberapa hari sebelum sakit kepala sebenarnya. Gejalanya meliputi perubahan suasana hati, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, mengidam makanan, leher kaku, peningkatan kepekaan terhadap cahaya dan suara, dan menguap.

2. Aura

Ini adalah gejala kedua yang menyerang sebagian penderita migrain. Biasanya terjadi tepat sebelum atau selama fase sakit kepala dan dapat berlangsung hingga satu jam. Gejala aura meliputi gangguan penglihatan, seperti kilatan cahaya, titik buta, atau garis zig-zag; kesemutan atau mati rasa di wajah atau ekstremitas; kesulitan berbicara; dan pusing.

3. Sakit kepala

Ini adalah tahap utama serangan migrain, dan bisa berlangsung antara 4 hingga 72 jam jika tidak diobati. Rasa sakitnya biasanya berdenyut atau berdenyut dan biasanya dirasakan di satu sisi kepala. Gejala lain pada tahap ini termasuk mual, muntah, kepekaan terhadap cahaya, suara, dan bau, serta pusing.

4. Postdrome

Ini adalah tahap setelahnya, yang bisa berlangsung hingga satu hari setelah sakit kepala mereda. Orang-orang dalam tahap ini merasa lelah, berkabut, dan bingung. Mereka juga mengalami leher kaku, kulit kepala terasa nyeri, dan sulit berkonsentrasi.

Berikut beberapa cara untuk mengatasi serangan migrain:

Perawatan medis segera:
• Obat pereda nyeri yang dijual bebas: Obat ini sering kali merupakan garis pertahanan pertama untuk migrain ringan hingga sedang.
• Triptan: Ini adalah obat resep dan paling efektif bila diminum saat gejala pertama serangan migrain muncul.
• Obat antimual
Perawatan non-obat:
• Istirahat: Di ruangan yang gelap dan tenang dapat membantu meringankan nyeri migrain dan kepekaan terhadap cahaya dan suara.
• Kompres es: Tempelkan kompres es ke dahi atau leher Anda untuk memberikan efek mati rasa.
• Panas: Menerapkan bantal pemanas ke leher atau bahu dapat membantu mengendurkan otot-otot yang tegang.
• Teknik relaksasi: Teknik seperti pernapasan dalam, relaksasi otot progresif, dan meditasi dapat membantu mengelola stres dan mengurangi nyeri migrain.
Tindakan pencegahan:
• Identifikasi dan hindari pemicunya: Pemicu migrain yang umum adalah stres, kurang tidur, makanan dan minuman tertentu, perubahan hormonal, dan bau yang menyengat. Menyimpan catatan harian sakit kepala dapat membantu mengidentifikasi pemicunya.
• Pertahankan jadwal tidur yang teratur
• Kelola stres: Teknik relaksasi dapat membantu mengelola stres dan mencegah migrain.
• Olahraga teratur: Aktivitas fisik teratur dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, sehingga dapat membantu mencegah migrain.
• Pengobatan pencegahan: Obat-obatan ini diresepkan oleh dokter untuk mencegah serangan berulang pada beberapa pasien.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro