Ilustrasi perempuan mengalami keracunan makanan/Freepik
Health

Tips Sehat, Cara Terhindar dari Keracunan Makanan

Redaksi
Rabu, 17 April 2024 - 16:37
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Di Indonesia tidak sedikit kasus yang terjadi akibat dari keracunan makanan, kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja baik anak-anak, dewasa hingga orang lanjut usia.

Apabila sudah mengalami keracunan makanan tentunya akan mengalami efek antara lain seperti sakit pada bagian perut, sakit kepala, mual, muntah hingga diare. Pastinya akibat kondisi yang dialami akan mengganggu segala aktivitas yang dijalani.

Dilansir dari everydayhealth.com, terdapat sekitar sekitar 3.000 kasus per tahun akibat penyakit bawaan makanan yang dapat berakibat fatal untuk itu wajib mengetahui cara mencegahnya agar tidak mengalami keracunan makanan.

Simak cara mencegah keracunan makanan:

1. Periksa tanggal kadaluarsa produk 

Banyak orang lalai memeriksa tanggal kadaluarsa produk yang akan dimakan, sehingga mengalami keracunan makanan. Saat membeli suatu produk, pastikan bahwa tanggal kadaluarsa yang berlalu masih lama terutama pada produk yang mudah rusak seperti susu, daging, dan unggas.

Hindarilah membeli produk kemasan baik makanan maupun minuman dengan segel atau bungkusan yang sudah rusak seperti sudah terbuka, penyok atau menggembung karena hal tersebut bisa menjadi indikasi utama kontaminasi bakteri yang menyebabkan kematian.

2. Cuci produk segar

Upaya yang dapat dilakukan agar terhindar dari keracunan makanan yakni dengan mencuci produk segala akan tetapi perlu diingat untuk tidak mencuci produk segar seperti daging, unggas dan telur. 

Produk segar dapat menjadi sumber penyakit bawaan makanan apabila tidak dijaga kebersihannya untuk itu mulai sekarang cobalah mencuci produk segar seperti buah-buahan dan sayuran sebelum dijadikan makanan. Mencuci produk sebelum memasaknya dapat membantu menghilangkan bakteri berbahaya dari permukaan buah atau sayur.

Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan untuk terlebih dahulu membuang batang dan bagian yang sudah rusak, kemudian membilasnya dengan air yang mengalir dan jangan pernah menggunakan sabun, pemutih atau produk pencuci komersial apapun.

3. Jangan gabungkan produk protein dalam penyimpanan

Produk protein seperti unggas atau makanan laut dapat mengandung bakteri yang dapat menyebar ke produk lainnya apabila disimpan dalam satu penyimpanan yang sama untuk itu mulai sekarang cobalah memisahkan produk unggas dengan menyimpannya di dalam tempat yang tertutup agar tidak mengkontaminasi makanan lainnya.

The Partnership for Food Safety Education merekomendasikan untuk melakukan kontaminasi silang yakni dengan memasukkan daging dan ikan kedalam kantong plastik sebelum memasukkannya ke keranjang belanja dan jauhkan dari produk buah serta sayuran.

Ketika menyiapkan makanan wajib untuk memperhatikan kebersihan produk yang dipakai. Pastikan untuk selalu mencuci tangan, talenan, meja dapur dan peralatan makanan secara maksimal menggunakan sabun serta air panas apabila menggunakan jenis produk daging mentah, unggas atau ikan.

4. Menyimpan makanan dengan suhu sesuai petunjuk

Banyak orang yang tidak memperhatikan suhu dalam menyimpan produk makanan terutama pada produk yang mudah rusak seperti susu, daging, telur, ikan, dan makanan segar lainnya sehingga dapat menimbulkan bakteri seperti patogen yang memicu terjadinya keracunan makanan.

Mulai sekarang cobalah untuk memperhatikan petunjuk suhu penyimpanan produk yang digunakan dan pastikan bahwa tempat penyimpanan produk seperti lemari es dalam kondisi yang baik agar produk tidak mengalami kerusakan.

5. Masak makanan dengan benar

Salah satu penyebab yang membuat orang mengalami keracunan makanan yakni cara pengolahan makanan yang salah untuk itu wajib memperhatikan cara pengolahan yang benar karena beberapa jenis makanan memerlukan tingkat kematangan yang seperti seperti produk unggas.

Departemen Kesehatan di AS merekomendasikan dalam pengolahan daging giling seperti daging sapi, daging kambing, dan daging babi harus mencapai suhu 160° C sedangkan untuk segala jenis steak harus dimasak hingga 145° C dan produk unggas dimasak pada suhu 165° C.


6. Jangan memanaskan daging lebih dari sekali

Upaya yang dapat dilakukan agar tidak mengalami keracunan makanan yakni jangan pernah memanaskan daging yang tersisa lebih dari satu kali. Memanaskan daging secara berlebihan dan terus menerus dapat memicu pertumbuhan bakteri dan meningkatkan perkembangan biakan bakteri tersebut sehingga bisa berpotensi mengalami keracunan makanan. 

Mulai sekarang jika ingin memakan kembali makanan yang tersisa khususnya daging dapat dipanaskan kembali dengan mengambil sesuai dengan porsi yang diinginkan saja bukan seluruh hidangan yang dipanaskan. (Nur Afifah Azahra Aulia)

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro