Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah penelitian mengungkapkan satu dari 20 wanita di seluruh dunia akan didiagnosis mengidap kanker payudara pada tahun 2050.
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menyatakan kasus dan kematian akibat penyakit mematikan ini diperkirakan akan meroket masing-masing sebesar 38% dan 68%.
Temuan ini menandakan adanya peningkatan penyakit ini sebesar hampir 40 persen secara global pada tahun 2050. Temuan ini telah memberikan peringatan bagi komunitas kesehatan global.
Populasi yang menua, gaya hidup yang tidak aktif dan tidak sehat, serta perbaikan dalam deteksi dan diagnosis dapat mendorong lonjakan kasus secara global.
Setiap menit, empat wanita didiagnosis menderita kanker payudara di seluruh dunia dan satu wanita meninggal karena penyakit tersebut, dan statistik ini semakin memburuk.
Studi yang dilakukan oleh badan kanker Organisasi Kesehatan Dunia (IARC) mengatakan akan ada 3,2 juta kasus baru dan 1,1 juta kematian per tahun di seluruh dunia dalam 25 tahun ke depan jika tren saat ini terus berlanjut.
“Setiap menit, empat wanita didiagnosis mengidap kanker payudara di seluruh dunia dan satu wanita meninggal karena penyakit tersebut, dan statistik ini semakin memburuk,” kata ilmuwan IARC Dr Joanne Kim, salah satu penulis laporan yang diterbitkan di Nature Medicine dilansir dari timesofindia.
Meningkatnya kasus-kasus di seluruh dunia dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti pertumbuhan dan penuaan populasi global, perbaikan dalam deteksi dan diagnosis, serta tingginya prevalensi faktor risiko penyakit ini.
Pertambahan usia, kelainan gen yang diwariskan, dan riwayat keluarga yang mengidap penyakit ini adalah beberapa faktor risiko terbesar terjadinya kanker payudara.
Studi IARC mencatat bahwa secara global kasus dan kematian kanker payudara terjadi pada wanita berusia 50 tahun ke atas; penyakit ini menyumbang 71% kasus baru dan 79% kematian.
Para ilmuwan mengatakan tren ini dapat dibalikkan oleh negara-negara dengan mengadopsi kebijakan pencegahan primer selain melakukan investasi pada deteksi dini dan pengobatan.
Kanker payudara adalah kanker yang paling umum terjadi pada wanita di seluruh dunia dan kanker paling umum kedua secara keseluruhan. Pada tahun 2022, diperkirakan 2,3 juta kasus baru terdiagnosis, dengan 670.000 kematian.
Berikut tips cegah kanker payudara
Batasi asupan alkohol: Kurangi konsumsi alkohol, karena jumlah kecil sekalipun dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Minumlah tidak lebih dari satu minuman per hari atau pertimbangkan untuk berhenti meminumnya sama sekali.
Menurunkan berat badan: Obesitas, terutama setelah menopause, dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.
Terapkan pola makan seimbang dan pantau berat badan Anda secara teratur.
Olahraga: Lakukan olahraga sedang setidaknya 150 menit atau 75 menit olahraga berat per minggu untuk mengatur kadar hormon dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Diet sehat: Fokus pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Batasi makanan olahan, daging merah, dan lemak tidak sehat.
Hindari merokok: Penggunaan tembakau dikaitkan dengan berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara. Berhenti merokok meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan menurunkan risiko kanker.
Menyusui: Menyusui selama beberapa bulan dapat mengurangi risiko kanker payudara, yang kemungkinan disebabkan oleh perubahan hormonal selama menyusui.
Kelola stres: Stres kronis dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan dan berkontribusi terhadap peradangan. Latih teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.