Fact or Fake: Kanker Usus Besar Bisa Diobati?

Beredar kabar bahwa kasus kanker usus besar tidak dapat diobati bahkan tidak dapat dicegah. Padahal, penyakit kanker ini ternyata dapat dicegah dan diobati.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 06 Desember 2018 13:13 WIB
Prof Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB. usai mengisi acara Seminar Awam "Kanker Usus Besar Bisa Dicegah dan Diatasi dan Peluncuran Aplikasi Berbasis Android 'Apa Kata Dokter'" di Ruang Senat FKUI, Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018). - Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA - Beredar kabar bahwa kasus kanker usus besar tidak dapat diobati bahkan tidak dapat dicegah. Padahal, penyakit kanker ini ternyata dapat dicegah dan diobati.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB., FINACIM, FACP. Menurut dia, semakin dini kanker ditemukan maka semakin besar kesempatan si pasien untuk hidup.

"Jika kasus kanker usus besar ini ditemukan pada stadium awal maka harapan hidup 5 tahunnya mencapai 92%. Namun, apabila kanker usus ini ditemukan pada stadium 4 atau lanjut maka harapan hidup 5 tahunnya hanya tinggal 12%," tutur Ari ketika mengisi acara Seminar Awam Kanker Usus Besar Bisa Dicegah dan Diatasi dan peluncuran aplikasi berbasis Android Apa Kata Dokter," di Ruang Senat FKUI, Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Faktor risiko penyebab penyakit ini muncul salah satunya adalah rokok. Baik perokok aktif maupun pasif tidak hanya berisiko terjangkit kanker paru-paru.

Namun rokok juga termasuk salah satu faktor risiko untuk terkena penyakit kanker usus besar.

Selain itu, faktor genetik juga menjadi salah satu faktor risiko ditambah dengan gaya hidup yang tidak sehat juga bisa menjadi penyebab utama timbulnya kanker usus besar.

"Beberapa faktor risiko yang telah teridentifikasi dan konsisten dalam berbagai penelitian termasuk penelitian di Indonesia adalah diet dengan konsumsi tinggi daging merah dan daging olahan serta kurangnya asupan sayur dan buah," lanjutnya.

Video kanker usus, koleksi video Dr. Ari Syam di Youtube

Jadi, apabila ada info kesehatan yang mengatakan bahwa lebih sehat menginsumsi daging merah dan tidak mengonsumsi buah karena buah mengandung karbohidrat, itu adalah informasi kesehatan yang tidak benar.

"Faktor risiko lain adalah kegemukan atau obesitas, kurang gerak atau malah berolahraga, dan mengonsumsi minuman atau makanan yang mengandung alkohol," jelas Ari.

Faktor risiko penyebab terjangkitnya kanker usus yang tidak bisa berubah adalah usia. Usia 50 tahun menjadi batasan bagi seseorang untuk melakukan skrining. Skrining adalah rangkaian tes kesehatan untuk mendeteksi penyakit.

"Selain itu, faktor genetik berupa riwayat kanker atau polip khusus pada anggota keluarga terdekat, riwayat penyakit radang usus kronis, riwayat penyakit kencing manis atau diabetes juga merupakan faktor risiko yang perlu diantisipasi sejak dini," tandas Ari.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top