Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dokter & Penderita Saraf Dirikan Sekretariat di National Hospital

BISNIS.COM, SURABAYA--Para dokter dan penderita saraf dan tulang belakang yang tergabung Brain & Spine Community (BSC) Indonesia mendirikan sekretariat di National Hospital di Surabaya Barat, yang difungsikan memberikan layanan dan edukasi tentang
Adam A. Chevny
Adam A. Chevny - Bisnis.com 06 Juli 2013  |  15:39 WIB
Dokter & Penderita Saraf Dirikan Sekretariat di National Hospital
Bagikan

BISNIS.COM, SURABAYA--Para dokter dan penderita saraf dan tulang belakang yang tergabung Brain & Spine Community (BSC) Indonesia mendirikan sekretariat di National Hospital di Surabaya Barat, yang difungsikan memberikan layanan dan edukasi tentang penyakit tersebut.

Ketua BSC Indonesia Dr. Lilih Dwiprianto, Mtech mengatakan penderita saraf dan tulang belakang seperti trigeminal neuralgia (TN), hemifacial spasme (HFS), cervical (tulang leher) dari berbagai wilayah di dalam negeri cenderung meningkat.

Sebagai contoh, lanjutnya, penderita baru HFS saja sekitar 20.000 orang per tahun, dan yang belum tertangani masih ribuan penderita lagi.

"Kami telah mengoperasikan satu markas [pusat layanan, edukasi dan informasi tentang penyakit saraf dan tulang belakang] di Surabaya Timur, dan kini membuka lagi markas baru agar dapat menangani lebih banyak penderita dari Jatim maupun dari seluruh Indonesia," ujarnya saat peresmian Sekretariat BSC Indonesia di National Hospital, Sabtu, (6/7 2013).

BSC Indonesia yang berpusat di Surabaya merupakan wadah para penderita saraf dan tulang belakang, pemerhati masalah kesehatan dan para dokter spesialis bedah saraf.

Komunitas tersebut memiliki empat dokter meliputi dr. M. Sofyanto SpBS, dr. Gigih Pramono SpBS, dr. Agus Anab SpBS dan dr. Bambang Kusnadi SpS.

Menurut Lilih, pasien saraf dan tulang belakang yang telah ditangani tim dokter BSC Indonesia berasal dari berbagai kalangan serta wilayah (dalam negeri dan negara-negara tetangga Singapura dan Malaysia).

Sofyanto berharap melalui ketersediaan peralatan diagnosis yang canggih di National Hospital akan lebih banyak penderita saraf dan tulang belakang tertangani dan sembuh.

"Selama ini kami telah banyak menangani penderita TN, HFS, cervical dan lumbal (pinggang), dan kami selalu siap mengupayakan penyembuhan para penderita lainnya," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit brain & spine community (bsc) saraf tulang belakang
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top