Alun-alun Kota Batu /malang-guidance.com
Travel

Menuju Pariwisata Internasional, Batu Harus Bebas Narkoba

M. Sofi’I
Kamis, 27 Februari 2014 - 15:57
Bagikan

Bisnis.com, BATU-Menuju pariwisata internasional, Kota Batu, Jawa Timur, harus bebas narkoba. Bentuk dukungan tersebut mengalir deras dari para ulama se-Kota Batu.

Secara khusus para ulama menyatakan siap membantu Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pemkot Batu dalam merehabilitasi para korban atau pecandu nakotika dan obat berbahaya (narkoba).

KH. Abdullah Wahid, Wakil Ulama Kota Batu, mengatakan para ulama di Batu siap menampung para korban narkoba di pondok pesantren (ponpes) milik mereka hingga para korban ini bisa kembali ke masyarakat.

Menurutnya, merehabilitasi para pecandu narkoba memang sulit dan perlu kesabaran maupun ketelatenan. Namun begitu para ulama siap memberikan perhatian kepada para pecandu narkoba yang memerlukan perhatian yang besar.

“Semangat para ulama di Kota Batu untuk memerangi narkoba memang besar dalam upaya mendukung Batu sebagai daerah tujuan wisata yang bebas dari narkoba maupun maksiat,” kata Abdullah di Batu, Kamis (27/2/2014).

Secara khusus para ulama mendeklarasikan bentuk dukungan tersebut dalam acara peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Balai Kota Batu. Harapannya kedekatan antara ulama dan masyarakat bisa menjadi kunci keberhasilan program rehabilisasi korban narkoba di Batu.

Namun begitu upaya tersebut akan menjadi lamban dan bahkan bisa jalan di tempat atau stagnan jika tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah setempat.

Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu, mengatakan pemkot siap dalam mendukung terlaksananya program rehabilitasi korban narkoba. Bahkan pemkot telah menganggarkan dana Rp20 miliar untuk kegiatan yang bersifat sosial.

“Dan rehabilitasi korban narkoba tersebut merupakan bagian di dalamnya,” jelas dia. Keseriusan Pemkot Batu tersebut tidak terlepas dari upaya mewujudkan Batu pada 2014 tidak lagi menjadi kota tujuan wisata berskala nasional melainkan  sudah mulai merangkak menjadi kota tujuan wisata internasional.

Dengan begitu akan terjadi lalu-lintas atau perjalanan wisata berskala internasional yang berpotensi memunculkan hal yang tidak diinginkan diantaranya terjadinya transaski narkoba berskala internasional.

Iwan Ahmad Ibrahim, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, mengatakan saat ini BNN memiliki dua tempat untuk rehabilitasi narkoba yakni di Lido dan Badoka. Kondisinya juga telah penuh dengan korban narkoba yang direhabilitasi.

“Sehingga peran pondok pesantren dalam merehabilitasi para korban narkoba tentu akan membantu, mempercepat, dan mempermudah upaya pemberantasan peredaran gelap narkoba,” ujarnya.

Penulis : M. Sofi’I
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro