Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dewa Budjana: Orang Bali yang Saling Mengagumi

Untuk kali pertama, gitaris Dewa Budjana manggung kecil-kecilan hanya untuk mengapresiasi sastrawan asal Bali, Putu Wijaya. Budjana tampil di Bentara Budaya Jakarta pada pembukaan pameran lukisan Putu Wijaya bertajuk Bertolak Dari yang Ada.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 20 April 2014  |  12:30 WIB
Budjana mengaku sudah mengagumi cara berkesenian Putu Wijaya sudah lama sejak masih di Bali.  - bisnis.com
Budjana mengaku sudah mengagumi cara berkesenian Putu Wijaya sudah lama sejak masih di Bali. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk kali pertama, gitaris Dewa Budjana manggung kecil-kecilan hanya untuk mengapresiasi sastrawan asal Bali, Putu Wijaya. Budjana tampil di Bentara Budaya Jakarta pada pembukaan pameran lukisan Putu Wijaya bertajuk Bertolak Dari yang Ada.

Gitaris yang sama-sama kelahiran Bali itu tampil bersama Sruti Respati dan pemain suling Bang Saat dengan membawakan sebuah lagu berjudul Karma. Uniknya, lirik lagu tersebut diciptakan langsung oleh Putu Wijaya yang terdapat dalam album solo Budjana.

"Saya mendapat sebuah kehormatan ketika meminta Mas Putu untuk membuatkan lirik. Dan beliau merespons dengan cepat sehingga akhirnya terciptalah lagu Karma," paparnya. Lagu Karma terdengar merdu dan penuh penjiwaan yang kuat ketika dinyanyikan Sruti Respati. Petikan gitar Budjana pada lagu tersebut menambah suasana pembukaan pameran seolah membuat hanyut para pengunjung.

Dewa Budjana merupakan gitaris yang sama-sama membentuk kugiran Gigi bareng Armand Maulana dan Thomas Ramadhan. Dia termasuk salah satu master gitaris Indonesia. Kemampuan bermain gitarnya tidak bisa diragukan lagi seiring banyak karya-karya yang diciptakannya baik bersama Gigi maupun albom solo.

Budjana mengaku sudah mengagumi cara berkesenian Putu Wijaya sudah lama sejak masih di Bali. Putu Wijaya selain dikenal sebagai seorang sastrawan, dia juga dicap sebagai aktor handal dan pendiri Teater Koma. Budjana tahu persis karya-karya yang dilahirkan Putu. "Tetapi mungkin Mas Putu masih ingat apa tidak sama saya. Sepertinya tidak," katanya sambil bergurau.

Pameran lukisan Bertolak Dari yang Ada merupakan rangkaian acara ulang tahun Putu Wijaya ke-70 tahun. Putu menampilkan sekitar 27 lukisan hasil kuratorial pihak Bentara Budaya Jakarta. Pada malam tersebut juga, hadir Dewi Pramunawati sang istri dan Taksu Wijaya anak lelakinya yang sempat mementaskan pembacaan bareng salah satu cerpen Putu Wijaya.

Budjana menambahkan, ketika mendengar Putu akan menggelar pameran dari Jais Darga, seorang art dealer barang seni, dia langsung menawarkan diri untuk menjadi salah satu pengisi acara. Tanpa banyak bicara dan dengan hanya berpenampilan kemeja putih, Budjana berunjuk gigi membawakan tiga lagu menggunakan gitar coklatnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Dewa Budjana
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top