Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BBC Amerika Gugat Serial Televisi 'Orphan Black'

BBC America bersama dengan Temple Street Production dan 2 orang menggugat pelanggaran hak serial tv fiksi ilmiah "Orphan Black".
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 22 April 2014  |  14:22 WIB
BBC Amerika gugat pelanggaran hak serial televisi Orphan Black - tvrage.com
BBC Amerika gugat pelanggaran hak serial televisi Orphan Black - tvrage.com

Bisnis.com, LOS ANGELES - BBC America bersama dengan Temple Street Production dan 2 orang menggugat pelanggaran hak serial tv fiksi ilmiah "Orphan Black".

Bloomberg melansir pada Selasa 22 April 2014 bahwa Stephen Hendricks mengajukan gugatan ke pengadilan federal di Los Angeles pada 17 April, beberapa hari sebelum ditayangkannya musim kedua serial tv tersebut.

Hendricks mengatakan dalam gugatannya bahwa ia menulis sebuah skenario yang melibatkan klon dan mengirimkannya ke Temple Street pada tahun 2004. Menurut Hendricks kesamaan antara skenario-nya, "Double Duty," dan "Orphan Black" "sangat besar bahwa itu adalah sebuah kemustahilan statistik maya" ungkapnya seperti dilansir Bloomberg pada Selasa 22/4/2014. Masih menurut Hendricks serial tersebut bisa saja dibuat secara mandiri.

Devin Johnson, juru bicara BBC America mengatakan melalui e-mailnya bahwa perusahaan tersebut tidak akan mengomentari masalah gugatan. John Young,  direktur pengelola Temple Street mengatakan melalui telepon bahwa gugatan tersebut tidak berdasar dan perusahaan produksi tersebut akan melawannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbc

Sumber : Bloomberg

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top