Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menjelajah Mimpi Lewat Gelombang

“Karena Supernova adalah virus. Virus pikiran. Tinggal satu pertanyaan : Siapkah anda terinfeksi?“
Agnes Savithri
Agnes Savithri - Bisnis.com 18 November 2014  |  18:15 WIB
Menjelajah Mimpi Lewat Gelombang

Bisnis.com, JAKARTA-- “Karena Supernova adalah virus. Virus pikiran. Tinggal satu pertanyaan : Siapkah anda terinfeksi?“

Kutipan diatas berasal dari buku Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Buku karya Dewi Lestari dengan nama pena Dee ini terbit pada 2001 dan menjadi salah satu nominasi Khatulistiwa Literary Award 2001.

Dee mengemas Supernova menjadi trilogi. Buku pertama yakni Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Dilanjut buku kedua yang dibagi menjadi empat buku yakni, Akar (2002), Petir (2004), Partikel (2012)dan Gelombang yang baru saja terbit beberapa pekan lalu. Trilogi Supernova ini akan ditutup dengan judul Intelegensi Embun Pagi yang hingga kini masih menjadi wacana waktu penerbitannya.

Dalam buku terbarunya, Gelombang, Dee menciptakan karakter bernama Alfa, pria bersuku Batak. Dikisahkan sang tokoh utama ini memiliki gangguan dalam tidurnya. Ketika terlelap, Alfa akan terjebak dalam suatu petualangan mimpi yang bisa mencelakakan nyawanya.

Gangguan mimpi ini berawal ketika Alfa berumur 12 tahun. Di kampungnya, Sianjur Mula-Mula, Sumatera Utara sedang diadakan upacara adat Batak memanggil roh tetua untuk meminta restu. Di tengah upacara adat, Alfa melihat sesosok hitam yang masuk ke dalam rumahnya. Si Jaga Portibi, sosok hitam tersebut terus mengikuti Alfa dan menjadi misteri.

Alfa yang digambarkan haus akan ilmu pengetahuan membawanya merantau hingga ke Amerika Serikat. Berjuang dari mulai menjadi imigran gelap hingga sukses bekerja di salah satu perusahaan terbesar di Amerika.

Namun, Alfa terus dikejar oleh gangguan mimpinya. Rutinitas tidur menjadi momok yang menakutkan.Gangguan mimpi ini akhirnya membawa Alfa berpetualang hingga Tibet. Disanalah Alfa menemukan bahwa mimpi yang dialaminya bukan sekedar mimpi. Di dalam ketakutan terbesarnya tersebut, terdapat misteri dan rahasia besar yang perlahan mulai terkuak.

Dalam Supernova kali ini, Dee membawa pembacanya menelusuri kebudayaan hingga sisi spritualitas Suku Batak dan alam mimpi melalui tokoh utamanya, Alfa. Dee menuliskan dalam pengantar, ketertarikannya dengan mimpi sejak kecil. Menurutnya mimpi tidak hanya sebagai media pembelajaran namun berfungsi juga sebagai sumber intuisi.

Dee muncul dengan menawarkan genre baru dalam perwajahan sastra Indonesia. Genre yang unik dan segar lengkap beserta gagasan baru di dalamnya. Dee pernah menggabungkan unsur sains dengan percintaan dalam Supernova bagian pertama. Pencarian kesejatian dalam diri manusia pun tak luput dia tuangkan dalam Supernova: Akar.

Setiap buku dalam serial Supernova memiliki tokoh utama dan tema cerita yang berbeda, namun memiliki benang merah dan mister yang hingga kini belum terjawab. Perjalanan Supernova belumlah berakhir, para pembaca masih menanti kelanjutan perjalanan Dee dalam dunia Supernova yang semakin menyebarkan virusnya ke dalam pikiran manusia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top