Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Batik Banyumasan: Pilih Mana, Motif Rumput Grinting, Lumbon, atau Wijaya Kusuma?

Banyumas masuk ke dalam kultur Jawa Tengah, namun memiliki kultur khasnya sendiri, begitu pula dengan batiknya.n
Agnes Savithri
Agnes Savithri - Bisnis.com 22 November 2014  |  20:07 WIB
Batik Banyumasan: Pilih Mana, Motif Rumput Grinting, Lumbon, atau Wijaya Kusuma?
Batik Banyumas - pemprovjateng.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Batik sangat identik dengan kultur di Jawa.

Menurut Bambang Widodo, dosen Universitas Jenderal Soedirman sekaligus pengamat budaya dan batik Banyumas ada pemetaan batik di kultur Jawa. Kultur Jawa ini melingkupi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur.

Banyumas sendiri masuk ke dalam kultur Jawa Tengah, namun tentunya daerah ini memiliki kultur khasnya sendiri.

Pada masa itu, Kabupaten Banyumas didominasi oleh kaum nonpriyayi yang bekerja di bidang agraris, seperti petani.

“Maka dari itu motif Batik Banyumasan berawal dari kehidupan petani. Baik dari alamnya maupun hewan yang dipelihara oleh petani,” ujar Bambang.

Suket grinting merupakan salah satu motif batik Banyumasan.

Suket  memiliki arti rumput.

Dahulu petani identik dengan rumput, karena berada di sawah dan mereka sering mencarinya untuk memberi makan ternak.

Dari situlah, muncul motif berkaitan dengan rumput yakni suket grinting.

Selain itu, terdapat juga motif Lumbon. Motif ini berasal dari kesukaan petani memakan daun talas yang mereka olah menjadi penganan buntil.

Lumbon sendiri memiliki arti daun lumbu atau daun talas. Dari situlah hadir motif ini.

Petani pada masa itu kebanyakan memelihara ayam sebagai ternak. Dari situ munculah motif babon anggrem yang artinya ayam betina sedang mengerami telurnya.

Selain ketiga motif tadi, masih banyak motif lainnya seperti pring sedapur, angguran, sekar jagat, gowokan, wijaya kusuma, jaean, dan puyuh kipu.

Batik Banyumas identik dengan motif Jonasan, yakni kelompok motif non-geometrik yang didominasi warna dasar kecokelatan dan hitam dengan warna pelataran kuning tua.

Warna gelap pula yang menjadi salah satu ciri khas dari batik pedalaman, berbeda dengan batik pesisir yang cenderung memiliki warna-warna yang cerah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik banyumas
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top