Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ciri-ciri Anak Alami Gangguan Pencernaan

Dokter Spesialis Anak dari Universitas Airlangga Ahmad Suryawan mengatakan pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna anak, karena pencernaan sehat menentukan kualitas pertumbuhan seorang anak.
Fitri Rachmawati
Fitri Rachmawati - Bisnis.com 19 Maret 2015  |  08:15 WIB
Ciri-ciri Anak Alami Gangguan Pencernaan
Ilustrasi - Pixshark
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Dokter Spesialis Anak dari Universitas Airlangga Ahmad Suryawan mengatakan pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna anak, karena pencernaan sehat menentukan kualitas pertumbuhan seorang anak.

Saluran cerna yang sehat dapat mempengaruhi perkembangan otak, di mana sinyal positif yang dikirimkan ke otak akan mempengaruhi komposisi mikrobiota yang terdapat dalam saluran cerna, sehingga berdampak pada proses penyerapan nutrisi.

“Untuk itu, sebagai orangtua harus mewaspadai ciri-ciri gangguan saluran pencernaan pada anak, karena keluhan tersebut akan menjadi serius jika tidak ditangani dengan benar, “ tuturnya Kamis (19/03/2015).

Berikut ini adalah ciri-ciri anak mengalami gangguan pencernaan.

Regurgitasi atau Refluks

Masyarakat lebih mengenal regurgitasi ini dengan sebutan gumoh, yaitu sejumlah susu atau makanan yang naik kembali ke dalam mulut. Biasanya gumoh atau muntah sering ditemukan pada bayi usia 2 bulan dan minimal terjadi 1 kali sehari.

Pada kondisi normal biasanya terjadi hanya beberapa kali sehari selama kurang dari 3 menit. Namun, jika anak mengalami gumoh disertai dengan penurunan berat badan, sering batuk, asma, dan infeksi paru sebaiknya segera dibawa ke dokter. Hal ini menjukkan gejala saluran pencernaan.

Kolik

Kolik yaitu perilaku anak rewel atau menangis, di mana mulai dan berhentinya tanpa penyebab yang jelas berlangsung selama 3 jam atau lebih per harinya.

Kondisi kolik dianggap masih normal jika tidak disertai dengan kegagalan tumbuh anak. Namun, jika kolik disertai kegagalan tumbuh kembang anak sebaiknya segera di bawa ke dokter.

Konstipasi

Keluhan konstipasi yaitu anak buang air besar tidak lebih dari tiga kali per minggu. Kondisi konstipasi ini biasanya si kecil tidak rewel dan cenderung menunjukkan si kecil aktif seperti biasanya. Sehingga orang tua tidak terlalu khawatir, padahal konstipasi ini harus diwaspadai.

“Terutama jika konstipasi ini ini berlangsung dan sering terjadi,” katanya.

Sembelit dengan frekuensi buang air besar dua kali atau lebih per minggu, anak tidak dapat menahan air kencing, feses yang berlebihan, riwayat nyeri gerakan usus, adanya massa tinja yang besar dalam rectum, hingga feses yang dikeluarkan berukuan besar sampai menghambat saluran toilet.

Hal ini menunjukkan gejala konstipasi yang serius, sebaiknya si kecil segera di bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Bisnis.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan kesehatan anak
Editor : Andhina Wulandari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top