Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nyeri Otot & Sendi? Begini Cara Mengatasinya

Sering mengalami pegal dan nyeri di bagian otot, tulang atau sendi? Ternyata, pengaturan pola makan bukan solusinya.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 09 Juni 2015  |  20:56 WIB
Otot - drdavidgeier.com
Otot - drdavidgeier.com

Bisnis.com, JAKARTA-- Sering mengalami pegal dan nyeri di bagian otot, tulang atau sendi? Ternyata, pengaturan pola makan bukan solusinya.

Ahli rehabilitasi muskoskeletal, Arif Soemarjono, mengatakan gangguan otot, tulang dan sendi atau muskoskeletal tak bisa dihentikan dengan memilih jenis makanan yang dikonsumsi.

Obat pun, katanya, tak akan bisa menyembuhkan bila kebiasaan yang salah diteruskan. Pasalnya, banyak gangguan seperti itu terjadi akibat kebiasaan yang salah.

"Makanan tidak memengaruhi gangguan otot ulang sendi karena berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. Kecuali asam urat," ujarnya di Jakarta, Selasa (9/6/2015).

Sebanyak 80% pasien dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi adalah gangguan muskoskeletal. Gangguan ini meningkat 20% sampai 35% dalam kurun waktu 10 tahun sampai 15 tahun.

"Delapan puluh persen keluhan pasien dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi adalah gangguan di muskoskeletal," katanya.

Yang pasti, masyarakat diminta untuk memeriksakan gangguan muskoskeletal ke medis. Saat ini dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi bisa menggunakan alat ultrasonografi atau USG untuk melihat gangguan. Pemeriksaan USG lebih murah dan tak berisiko dibanding tindakan lain, seperti penggunaan CT Scan atau radiologi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otot
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top