Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Bahayanya bila Posisi Duduk Salah Berjam-jam

Kerap merasa pegal di leher, bahu, punggung dan pinggang?
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 15 Juni 2015  |  10:15 WIB
Posisi duduk salah (kiri), posisi duduk benar (kanan) - warosu.org
Posisi duduk salah (kiri), posisi duduk benar (kanan) - warosu.org

Bisnis.com, JAKARTA-- Kerap merasa pegal di leher, bahu, punggung dan pinggang?

 Itu gejala gangguan otot, sendi dan tulang atau muskuloskeletal. Tanpa disadari, terkadang tubuh terasa begitu lelah walau hanya duduk berjam-jam.

 Pegal yang timbul menjadi sinyal bahwa ada kesalahan yang Anda lakukan. 

Ketua Perhimpunan Dokter Rehabilitasi Medik (Perdosri), Luh Karunia Wahyuni, mengatakan bila posisi duduk sudah benar, duduk tanpa jeda selama 7 jam pun tak akan membuat Anda merasa sakit.

Pasalnya, posisi duduk telah disesuaikan dengan fisiologis tubuh, sehingga tak heran gangguan muskuloskeletal yang paling banyak dikeluhkan antara lain nyeri di bagan bawah pinggang atau low back pain dan nyeri di leher. 

"Kalau duduknya benar, 7 jam juga kuat. Kalau baru duduk sebentar, terus udah berubah begitu ya sudah rusak kontur tulang belakangnya," ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Huruf C

Saat merasa pegal, katanya, masyarakat biasanya justru terjebak kepada posisi salah lainnya. Sebagai contoh, dia menyebut menyandarkan kepala sampai posisi tulang belakang membentuk huruf C. 

Padahal, saat duduk, seharusnya punggung berada di posisi tegak. Hal ini, tutur Luh, sangat berbahaya. Bila dilakukan perulangan tulang belakang  tak akan kembali ke kontur aslinya. 

Secara alami, tubuh akan membentuk posisi permanen setelah suatu kondisi diulang hingga 300.000 kali. Sayangnya, rasa pegal yang dirasakan di bagian leher dan punggung justru akan terus-menerus mendorong tubuh untuk melakukan pengulangan posisi yang salah.

Alhasil, gangguan seperti lordosis akibat bagian perut yang terlalu ke depan, punggung yang membungkuk atau kifosis hingga tulang belakang yang membentuk huruf S atau skoliosis terjadi.

Untuk memulihkannya, katanya, harus mengulang posisi yang benar jauh lebih banyak dari posisi yang salah. 

"Kalau ngulangnya sudah 300.000 pengulangan dan kalau udah sampai jutaan kali, untuk mengubahnya harus 1,5 juta kali. Makanya perlakukan tubuh dengan benar," katanya.

Keluhan

Keluhan akan muncul saat kemampuan adaptasi tubuh menurun. Bila tubuh normal saja masih dihantui oleh penyakit osteoporosis, kebiasaan bergerak tanpa mempedulikan fisiologis tubuh akan memperparah keadaan. 

"Biasanya keluhan muncul ubuh mengulangi kesulitan adaptasi. Mulai deh keluar keluhan," katanya.

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, Ferius Soewito, mengatakan kebiasaan menggunakan posisi yang tak ergonomik akan membawa gangguan muskuloskeletal. Bagi pekerja kantoran, biasanya, tuturnya, pegal di leher, tulang belakang dan pergelangan tangan. 

Untuk mencegah hal ini terjadi, lebih baik mengecek kembali posisi tubuh saat mengerjakan kegiatan. Sebagai contoh, letak monitor yang harus berada sejajar dengan mata. Pasalnya, leher akan memiliki beban lebih banyak saat monitor tak berada sejajar.

"Jadi untuk kondisi ergonomik layar harus sejajar dengan mata," katanya.

Kursi pun harus mendukung posisi duduk yang benar. Usahakan, tambahnya, kursi mengikuti kontur tulang belakang. Bentuk kursi yang nyaman akan membantu Anda untuk terhindar dari posisi-posisi duduk yang salah.

"Diusahakan kursi menjaga kontur tulang belakang," katanya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otot salah duduk
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top