Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ternyata Ini yang Jadi Penyebab Harga Batu Akik Anjlok di Pasaran

Ternyata Ini yang Jadi Penyebab Harga Batu Akik Anjlok di Pasaran
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 September 2015  |  19:39 WIB
Batu akik - Antara
Batu akik - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Geolog, sekaligus pakar batu mulia, Sujatmiko menyebutkan sejumlah penyebab anjloknya animo masyarakat terhadap batu akik.

“Sekarang trennya kembali ke batu mulia, seperti safir dan merah delima," kata Sujatmiko saat dihubungi, Selasa (8/9/2015). "Sedangkan batu nusantara (semi mulia) sudah mulai bekurang."

Sujatmiko mengatakan satu pemicunya adalah harga penjualannya yang sempat terkerek terlalu tinggi. “Memang overpriced. Ketika booming orang memanfaatkannya tanpa appraisal,” kata dia. “Sekarang saat pasar sudah jenuh harganya mulai merosot.”

Menurut Sujatmiko, turunnya pamor batu akik terjadi di banyak kota di Indonesia. Namun, animo terhadap batu akik masih bertahan di sejumlah daerah di wilayah timur Indonesia.

Dia mengatakan sempat menganjurkan pemerintah membentuk sentra batu akik yang dikelola negara. Hal itu untuk menjaga harga dan kualitas. Saat booming, Sujatmiko melanjutkan, banyak bertebaran batu akik palsu yang meruntuhkan kepercayaan masyarakat. "Bahkan beberapa yang menang konter, belakangan ternyata palsu," ujarnya. “Belum ada respon pemerintah daerah terhadap kondisi ini."

Menurut Sujatmiko, ada dua kategori pemalsuan batu mulia dan semi mulia yang ditemukannya. Kategori pertama batu imitasi, dan satu lagi batu sintetis. “Yang sintetis susah dibedakan. Kalau imitasi gampang,” kata dia.

Sujatmiko mengatakan batu sintetis umumnya ditemukan dalam pemalsuan batu mulia. Dia mencontohkan, batu palsu sintetis jenis merah delima misalnya dibuat lewat proses rekayasa. “Kalau sintetis itu sifat-sifat batuannya sama, kecuali di dalamnya ada gelembung atau inklusi yang menunjukkan itu bukan natural, atau warna yang tidak biasa,” kata dia. “Sifat batuannya sama, tapi kelihatan ada sesuatu yang tidak natural.”

Batu palsu misalnya dibuat dengan cara menghancurkan batu mulia, lalu disambungkan lagi dengan perekat sekaligus ditambahi zat pewarna. Sujatmiko mengaku, butuh pengalaman untuk mengetahui batu palsu sintetis. “Harus pakai mikroskop baru ketahuan,” kata Sujatmiko.

Menurut Sujatmiko, batu imitasi umumnya ditemukan pada pemalsuan batu semi mulia atau batu akik. Ada yang terbuat dari bahan kaca, plastik, atau menggunakan batu akik dengan pemberian warna tertentu agar mirip jenis batu akik lain. “Berat jenisnya dan sifat optiknya sudah berbeda,” kata dia.

Maraknya penemuan batu akik palsu ini membuat peminat batu akik mulai pilih-pilih. “Mereka memilih yang berkualitas saja,” kata Sujatmiko.  Dia sudah tidak lagi mendengar transaksi batu akik dengan harga fantastis, tapi masih ada yang memperjual-belikan batu akik dengan harga puluhan juta rupiah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu akik

Sumber : Tempo.co

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top