Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Cara Memilih Parfum yang Tepat

Coco Chanel pernah berkata, “Perempuan tanpa parfum, tidak punya masa depan!”
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 22 Oktober 2016  |  10:30 WIB
Parfum Artistry Flora Chic - Bisnis.com/Wike D. Herlinda
Parfum Artistry Flora Chic - Bisnis.com/Wike D. Herlinda

Bisnis.com, JAKARTA - Coco Chanel pernah berkata, “Perempuan tanpa parfum, tidak punya masa depan!”

Mungkin pernyataan itu terdengar sedikit pedas, tapi jika dipikir ulang ada benarnya juga. Wewangian tidak hanya menunjang pergaulan, tetapi juga refleksi latar belakang status seseorang.

Parfum berasal dari bahasa Latin perfumare yang berarti ‘melalui asap’. Sejak zaman Mesir Kuno, parfum telah dikembangkan dalam bentuk wewangian dupa yang dibakar untuk ritual pemujaan terhadap Dewa Ra.

Dunia wewangian mulai memasuki era modern pada dekade 1900-an saat Guerlain mendobrak sebagai produsen parfum massal pertama. Kemudian disusul COTY dan eau de cologne 4711 yang telah berusia 224 tahun.

Pada 1921, industri wewangian digemparkan  peluncuran Chanel No. 5 yang diracik secara tidak sengaja oleh Coco. Aromanya sangat kuat, tetapi dinilai sesuai dengan kepribadian keras dari fashion matriarch tersebut.

Parfum fenomenal Chanel No. 5 rupanya memecahkan rekor dunia, karena menjadi pelatuk rumah-rumah mode lain untuk meluncurkan merek parfumnya sendiri. Dari sanalah lantas, dunia wewangian menjadi bisnis yang atraktif dengan pangsa pasar tak terbatas.

Selama berpuluh-puluh tahun, wewangian yang dijual di pasaran selalui dikotak-kotakkan ke dalam kategori aroma femme (feminin atau untuk kaum Hawa) dan homme (maskulin atau untuk kaum Adam).

Aroma femme identik dengan bau-bau angirlie seperti manis, floral, atau buah. Sebaliknya, aroma homme diasosiasikan dengan bau-bauan yang sedikit lebih ‘berat’ seperti rempah-rempah atau yang watery seperti aroma oceanic.

Namun, belakangan ini semakin banyak produsen wewangian yang tidak lagi melabeli produknya dengan  kategori tertentu. Mereka menciptakan wewangian uniseks yang bisa digunakan oleh siapa saja, sesuai selera.

Pakar wewangian dari rumah parfum Givaudan, Heeson Oh, menjelaskan dalam memilih parfum tidak ada istilah benar atau salah, cocok atau tidak. Tidak ada juga istilah ‘parfum harus menyesuaikan kepribadian’.

“Tidak ada batasan dalam pemilihan parfum. Jadi, tidak ada parfum yang dibuat khusus agar cocok dengan karakter orang tertentu. Karakter adalah hal yang baku, sementara itu selera adalah hal yang fleksibel. Selera terhadap wewangian lebih dipengaruhi oleh mood,” katanya.

Cara Memilih

Heeson Oh menjelaskan, untuk memilih wewangian yang sesuai selera, caranya sangatlah mudah. Pertama, tentukan dulu jenis wewangian yang akan dipilih; apakah untuk acara istimewa atau kegiatan sehari-hari.

Untuk acara istimewa, sebaiknya memilih wewangian dengan kadar esensial tinggi. Sebaliknya, untuk penggunaan sehari-hari, bisa menggunakan wewangian dengan campuran alkohol lebih banyak.

Wewangian dibedakan menjadi 3, yaitu; perfume (kadar esensial 30% atau lebih), eau de perfume (20%), eau de toilette (10%), dan eau de cologne (kurang dari 10%). Semakin sedikit kadar esensialnya, penggunaan bisa dilakukan semakin sering.

“Paling mudah adalah membawa cologne untuk pemakaian sehari-hari, karena bisa disemprotkan kapan saja sesuai kemauan. Namun, kalau eau de perfume apalagi perfume, penggunaannya cukup sekali saja,” ujarnya saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Kedua dari Heeson adalah usahakan membeli langsung wewangian pilihan Anda, jangan melalui online kecuali Anda sudah pernah memakainya sebelumnya. Anda harus datang ke tokonya, mencoba dan mencium baunya secara langsung saat memilih.

“Deskripsi wewangian saja tidak cukup. Sebab, reaksi wewangian pada kulit dan minyak alami tubuh berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya. Sehingga, parfum yang sama bisa menimbulkan efek aroma yang berbeda pada tiap orang.”

Ketiga, saat mencoba wewangian di toko, cara paling netral adalah dengan menyemprotkannya pada blotting paperatau kertas strip. Jangan buru-buru, tetapi tunggulah sampai alkoholnya menguap sehingga aroma asli parfum dapat tercium dengan baik.

Keempat, ada baiknya setiap orang membedakan parfum untuk acara santai atau kegiatan sehari-hari dan parfum untuk acara formal atau event spesial. Namun, jika Anda tidak mau repot, pilihlah aroma floral karena itu adalah wewangian paling universal (all-for-one).

Kelima, untuk daerah tropis dengan kelembapan tinggi dan cuaca panas, lebih disarankan memilih wewangian dengan aroma watery yang menyegarkan ketimbang aroma rempah yang pekat dan berat.

Lantas, bagaimana dengan cara penggunaan yang benar? Heeson mengatakan, cara paling efektif adalah menyemprotkan wewangian pada titik-titik nadi, seperti bagian dalam pergelangan tangan, belakang telinga dan leher, tulang leher, dalam siku, atau balik lutut.

“Namun, pilihlah paling banyak dua titik nadi saja, jangan semuanya karena baunya akan berlebihan. Untuk penyemprotan di pergelangan tangan, jangan digosok-gosok karena akan merusak komposisi aroma dan karakter dari wewangian Anda,” ujarnya.

Bagi pemakai hijab atau mereka yang tidak suka membubuhkan wewangian secara langsung pada kulit, dapat juga disemprotkan pada material kain atau busana yang akan dipakai. Namun, pastikan penyemprotan dilakukan di bagian dalam agar tak meninggalkan noda.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

parfum
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top