RESENSI BUKU: Mengulik Sisi Lain Desi Anwar

Nama Desi Anwar telah memiliki tempat istimewa di hati sebagian masyarakat Indonesia. Pada dekade 1990-an, wajahnya selalu menghiasi layar kaca sebagai anchor woman sebuah acara berita yang selalu dinanti-nantikan jadwal tayangnya
Wike Dita Herlinda | 20 Maret 2017 19:45 WIB
Desi Anwar. - .Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Nama Desi Anwar telah memiliki tempat istimewa di hati sebagian masyarakat Indonesia. Pada dekade 1990-an, wajahnya selalu menghiasi layar kaca sebagai anchor woman sebuah acara berita yang selalu dinanti-nantikan jadwal tayangnya.  

Banyak orang mengidolakan jurnalis kawakan kelahiran Bandung tersebut, dan ingin menjadi sepertinya. Hidupnya terlihat paripurna dengan segudang prestasi di dunia jurnalistik, pengalaman wawancara one-on-one dengan berbagai tokoh internasional, dan keliling dunia.

Tampaknya menyenangkan menjadi seorang Desi Anwar. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa sebelum dia dikenal sebagai penjelajah dunia, Desi adalah orang yang mudah mabuk perjalanan.

Saat kecil, Desi pernah mabuk darat dan muntah sebanyak 30 di dalam bus dalam perjalanan dari Bandung ke Pantai Pangandaran. Itulah sebabnya, orang tuanya yang bekerja sebagai dosen jarang mengajaknya jalan-jalan, kecuali untuk keperluan studi di negara lain.

Sepenggal cerita sisi lain dari Desi Anwar itu dituangkannya di dalam buku Faces & Places: A Traveler’s Note (English Edition). Melalui karyanya itu, Desi mengajak pembaca merasakan cuilan-cuilan pengalamannya dalam sebuah catatan perjalanan.

Memang, belakangan ini banyak penulis dan wartawan senior yang meluncurkan buku catatan perjalanan. Namun, buku milikDesi ini bisa dibilang sedikit berbeda dari karya-karya serupa lainnya.

Pertama, karena penulisnya adalah Desi Anwar; tokoh yang terpandang karena telah berhasil mewawancarai sejumlah pesohor dunia. Kedua, karena banyak orang yang ingin tahu seperti apa Desi memaknai perjalanan hidupnya. Ketiga, karena gaya bertuturnya yang simpel.

Berbeda dengan kebanyakan mantan jurnalis atau wartawan senior yang meluncurkan buku, Desi tidak menggunakan langgam bahasa yang ‘muluk-muluk’, sehingga membuat pembaca harus sering-sering mengintip kamus thesaurus.

Desi mengisahkan dengan sederhana pengalaman-pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam baginya. Misalnya, saat dia berhasil mewawancari tokoh yang sulit ditembus, seperti Margaret Thatcher, Bill Gates, Richard Gere, Nelson Mandela, dan Dalai Lama.  

Sebagian dari kisah yang dipaparkan Desi pernah diterbitkan di salah satu media berbahasa Inggris yang berbasis di Jakarta. Banyak di antara artikel dalam buku tersebut yang menggambarkan kesan personal dan sketsa verbal Desi terhadap tokoh yang ditemuinya.

Dia juga menggambarkan bagaimana dia membangun koneksi dengan lingkungan sekitarnya saat berada di tempat asing, seperti di tengah dinginnya Arctic Circle, hiruk pikuk Turki, romatisnya jalanan Paris, hingga indahnya pantai-pantai Belitung.

Pada saat bersamaan, Desi juga meluncurkan buku bertajuk Being Indonesian. Serupa dengan Faces & Places, buku tersebut merangkum penggalan-penggalan pengalaman pribadi Desi selama masa transisi  menuju demokrasi di Indonesia.

Di dalam buku tersebut, Desi berbagi pandangannya tentang kompleksitas dinamika sosial di Tanah Air selama satu dasawarsa terakhir. Hanya saja, dia lebih memfokuskan tulisannya pada isu-isu seputar kehidupan urban Indonesia.

“Buku ini adalah sebuah catatan perjalanan yang ingin saya bagikan kepada siapa saja yang mau mengenal dunia jurnalistik. Mudah-mudahan [buku ini] membuat pembaca bisa merenungi tentang arti menjadi Indonesia,” kata Desi.

 

Judul buku    : Faces & Places: A Traveler’s Note (English Edition)

Penulis            : Desi Anwar

Penerbit          : Gramedia Pusataka Utama

Tebal              : 406 halaman

Cetakan          : Pertama, Oktober 2016

ISBN-13         : 978-602-033-523-0

 

Judul buku    : Being Indonesian

Penulis            : Desi Anwar

Penerbit          : Gramedia Pusataka Utama

Tebal              : 368 halaman

Cetakan          : Pertama, September 2016

ISBN-13         : 978-602-033-362-5

 

 

Tag : rilis buku
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top