5 Tip Cegah Sengatan Panas Kala Beribadah Haji

Kementerian Kesehatan terus mendorong jemaah haji untuk tetap menjaga kesehatan ketika menjalankan ibadah haji.
Thomas Mola | 23 Mei 2017 20:42 WIB
Ratusan ribu jemaah haji Indonesia memadati hamparan luas Muzdalifah usai melaksanakan Wukuf di Arafah. - kemenag.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan terus mendorong jemaah haji untuk tetap menjaga kesehatan ketika menjalankan ibadah haji. Suhu udara di Arab Saudi pada musim haji 2017 diperkirakan mencapai 40--44 derajat celcius.

Salah satu yang sering dialami ketika berhadapan dengan suhu udara panas ialah sengatan panas (heat stroke). Mereka yang mengalami heat stroke akan merasakan suhu tubuh yang panas, kejang-kejang, denyut jantung cepat, pusing yang berlebihan dan frekuensi napas yang sangat cepat.

Kepala Pusat Haji Kesehatan Kementerian Kesehatan Eka Yusuf Singka mengatakan kondisi yang sering terpapar matahari dalam waktu lama sangat rentan terkena dehidrasi.

"Kondisi ini sering terjadi pada saat terpapar matahari dalam waktu yang lama. Sebagian besar hal ini terjadi pada saat menunaikan ibadah Armina [Arofah dan Mina]," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/5/2017).

Eka menuturkan terdapat lima langkah untuk mencegah heat stroke bagi jemaah haji. Adapun kelima langkah pencegahan itu ialah pertama, minum air setiap 2--3 jam, jangan menunggu haus. Kedua, semprotkan air ke wajah dan bagian tubuh lainya yang terkena sinar matahari.

Ketiga, gunakan pakaian yang longgar dan mudah dan mudah menyerap keringat. Keempat, bagi yang berusia lanjut dan atau memiliki penyakit sebaiknya bepergian dengan pendamping. Kelima, gunakan alas kaki, pakai payung dan penutup kepala jika bepergian.

Tag : arab saudi, Ibadah Haji
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top