Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penjelasan Mengapa Anak Pertama Cenderung Lebih Pintar

Apakah Anda merupakan anak pertama dan merasa lebih pintar dari adik-adik Anda? Anda mungkin benar. Sejumlah akademisi dari University of Edinburgh menyebut anak pertama kerap lebih pintar karena stimulasi awal yang diberikan oleh orang tuanya.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 10 Juni 2017  |  08:10 WIB
Ini Penjelasan Mengapa Anak Pertama Cenderung Lebih Pintar
Bill Gates dan Melinda Gates beserta ketiga anaknya. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Apakah Anda merupakan anak pertama dan merasa lebih pintar dari adik-adik Anda?

Anda mungkin benar. Sejumlah akademisi dari University of Edinburgh menyebut anak pertama kerap lebih pintar karena stimulasi awal yang diberikan oleh orangtuanya.

Sebuah studi menunjukkan skor IQ anak pertama seringkali lebih tinggi dari saudara-saudaranya yan lebih muda. Alasan pertama yang mengemuka adalah saat mereka lahir, orangtua menganggap mereka sebagai anak yang sangat berharga yang mereka idam-idamkan.

Studi yang dilakukan oleh para ekonom University of Edinburgh tersebut mengambil objek 5.000 anak Amerika Serikat (AS) yang mereka monitor sejak pascalahir hingga usia 14 tahun.

Anak-anak tersebut diberi tes setiap dua tahun. dalam tes tersebut, para akademisi juga melakukan update kondisi orangtua.

“Penelitian tersebut menunjukkan orangtua kerap berubah sikap seiring dengan jumlah anak mereka yang bertambah. Mereka tidak lagi banyak membaca, membuat kerajinan, atau bermain musik,” jelas studi tersebut.

Studi tersebut menunjukkan meski orangtua memberi dukungan emosional pada level yang sama pada anak-anaknya, mereka kerap memberi latihan-latihan yang lebih menstimulasi otak pada anak pertama.

“Itu bukan berarti anak pertama mendapatkan kasih sayang yang lebih besar. Tapi, mereka mendapatkan lebih banyak perhatian terutama saat masa-masa awal pembentukan karakter,” jelas Ana Nuevo-Chiquero, akademisi yang memimpin penelitian tersebut.

Penemuan Ana dan rekan-rekannya tersebut tercantum dalam Journal of Human Resources. Kendati demikian, masih banyak yang perlu dikonfirmasi dari studi tersebut, mengingat banyaknya perdebatan yang timbul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan karakter
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top